TangerangNews.com

Cadangan Listrik Banten Surplus 30 Persen, Pemprov Jamin Kebutuhan Industri

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:37 | Dibaca : 52


Gubernur Banten Andra Soni saat menerima kunjungan kerja General Manager PLN UID Banten, Tonny Bellamy, di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu 29 Juli 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyatakan ketersediaan energi listrik di wilayahnya saat ini berada dalam kondisi surplus sebesar 30 persen dari total kapasitas daya tampung pemakaian.

Pasokan tersebut diproyeksikan untuk menjamin kebutuhan sektor industri bagi para investor.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan hal tersebut usai menerima kunjungan kerja General Manager PLN UID Banten, Tonny Bellamy, di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu 29 Juli 2026.

Banten tercatat sebagai salah satu daerah pemasok utama listrik untuk sistem kelistrikan Jawa dan Bali melalui jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV.

Saat ini, cadangan daya listrik yang tersedia di wilayah tersebut tercatat sebesar 3.750 megawatt.

"Dengan jumlah ketersediaan listrik yang cukup besar itu, saya menjamin pasokan untuk industri aman. Ini juga sebagai dukungan untuk menjadikan Provinsi Banten sebagai daerah pusat industri hilirisasi," ujar Andra Soni.

Selain sektor industri, Pemprov juga mencatat progres penyambungan listrik rumah tangga di Banten telah mencapai 99,94 persen.

Sisa wilayah yang belum teraliri listrik kini hanya satu titik, yaitu di Pulau Tunda, Kabupaten Serang.

Andra Soni menargetkan penyelesaian penuntasan jaringan listrik di wilayah tersebut dalam waktu dekat agar rasio elektrifikasi rumah tangga mencapai 100 persen.

Menanggapi hal tersebut, GM PLN UID Banten Tonny Bellamy menyatakan kesiapan pihak PLN untuk mendukung kebijakan peningkatan perekonomian daerah melalui optimalisasi pasokan listrik, khususnya pada kawasan sentra industri dan pusat bisnis.

"Insya Allah dengan cadangan daya yang ada kita bisa memanfaatkan untuk sambungan ke industri, pusat bisnis dan masyarakat, sehingga perekonomian di Banten bisa semakin maju," ucap Tonny.

Tonny menambahkan, sumber cadangan daya listrik tersebut disuplai dari sejumlah pembangkit yang terhubung ke dalam enam subsistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), termasuk yang bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT).