TangerangNews.com

Pilot Malaysia Selundupkan 25 Kg Ekstasi Lewat Jalur Khusus di Bandara Soetta

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 31 Juli 2026 | 15:43 | Dibaca : 54


Barang bukti 25,19 kilogram paket ekstasi dan atribut pilot Malaysia yang ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Seorang pilot berwarganegara Malaysia berinisial MS dari maskapai MA nekat menyelundupkan narkotika dalam jumlah fantastis di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang.

Dengan masih mengenakan seragam dinas lengkap, ia membawa lebih dari 70 ribu butir pil ekstasi seberat 25,19 kilogram dan paket sabu langsung dari dalam koper kerjanya.

Kepala Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Aritonang menjelaskan aksi nekat ini terendus petugas di Terminal 3 Kedatangan Internasional, Bandara Soetta, pada Selasa 28 Juli 2026 sekitar pukul 23.30 WIB.

Saat itu, MS baru saja menuntaskan penerbangannya rute Kuala Lumpur–Jakarta dan berjalan melewati area pemeriksaan. Lalu, petugas memantau layar mesin X-ray yang merekam bentuk mencurigakan dari koper milik MS.

"Petugas pun langsung menggiring MS dan kopernya ke ruang pemeriksaan lebih lanjut. Saat diperiksa, ternyata di dalamnya ada 14 kantong berisi ribuan pil ekstasi atau seberat 25,1 kilogram dengan berbagai warna," ujarnya, Jumat 31 Juli 2026.

Barang haram tersebut disembunyikan secara rapi di balik tumpukan baju ganti di dalam koper dinasnya. Tak hanya ekstasi, petugas juga menemukan paket sabu seberat 2,74 gram di dalam tas tangan pelaku.

Hasil pemeriksaan laboratorium dan tes urine kian mengejutkan. MS terbukti positif mengonsumsi multi-narkotika sekaligus.

"Sabu ini dipakai sendiri. Dan dari hasil pemeriksaan tes urine kemarin, ternyata positif memakai sabu, Inex, dan ganja. Jadi pada saat terbang, itu sedang memakai," tegas Hengky.

 

Manfaatkan Jalur Khusus Kru Pesawat

Modus operandi yang dilancarkan MS terbilang baru dan licik. Ia diduga memanfaatkan keistimewaan jalur khusus (crew lane) yang biasa diperuntukkan bagi pilot dan pramugari demi mengelabui petugas pengamanan bandara.

"Karena mungkin yang bersangkutan merasa kalau pilot mendapatkan jalur khusus. Memang ada jalur khusus yang buat kru dan buat pilot, tapi pengawasan yang kami lakukan tetap sama," tandas Hengky.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa pengawasan ketat tanpa pandang bulu akan terus diberlakukan kepada siapa saja, termasuk kru maskapai asing maupun domestik.

Akibat perbuatan nekatnya, kini MS harus mendekam di tahanan dengan barang bukti yang disita berupa seragam pilot, telepon genggam, serta puluhan kilogram narkotika lintas negara.