TangerangNews.com

Sukses Jalankan Program Desa Berdaya, PLN UID Banten Borong Dua Penghargaan Platinum La Tofi 2026 

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:04 | Dibaca : 44


Perwakilan PLN UID Banten menerima penghargaan Indonesia CSR Awards (ICA) 2026 sebagai apresiasi atas implementasi program TJSL yang berdampak bagi masyarakat. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua predikat Platinum Alignment pada ajang La Tofi 2026. 

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan program Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya dan K-TRACK Gunung Karang yang dinilai mampu mengembangkan potensi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

PLN UID Banten dinilai telah mengimplementasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

General Manager PLN UID Banten Tonny Bellamy mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mengembangkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kolaborasi ini mengubah potensi lokal menjadi peluang, memperkuat kemandirian, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Tonny.

Program Eco-Wisata SiNyonya tercatat mampu meningkatkan serapan tenaga kerja sekitar 80 persen serta mengurangi emisi sekitar 6,05 ton CO₂e pada tahun pertama pelaksanaannya.

Konsep yang diusung menggabungkan kendaraan listrik wisata, pendidikan vokasi, pemberdayaan UMKM, hingga penerapan ekonomi sirkular dalam satu kawasan desa wisata. 

Program ini juga melibatkan 75 hingga 90 siswa dari tiga jurusan SMK melalui pembelajaran berbasis proyek kendaraan listrik.

Dalam pembangunan kawasan wisata tersebut, PLN UID Banten bersama PLN Indonesia Power UBP Labuan memanfaatkan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai bahan substitusi parsial pembuatan 35.960 paving block untuk area seluas 719,25 meter persegi.

Sementara itu, program K-TRACK atau Kopi Tourism & Rural Agro Creative Gunung Karang difokuskan pada pengembangan Hutan Kopi Citaman Lawangtaji di Kelurahan Juhut menjadi kawasan agroeduwisata berbasis konservasi.

Program tersebut menjaga lebih dari 120 hektare hutan kopi agroforestri, melestarikan sembilan varietas kopi beserta habitat lalay sebagai penyerbuk alami, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, K-TRACK menghadirkan jalur wisata Kopi Trip sepanjang lima kilometer, memperkuat Kopi Leupeh Lalay sebagai produk premium, serta menyiapkan enam pemandu wisata lokal yang telah mengantongi sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Dalam ajang tersebut, Eco-Wisata SiNyonya meraih Platinum pada Indonesia Green Awards 2026 kategori Rekayasa Teknologi Hemat Energi dan Energi Terbarukan. 

Sementara K-TRACK memperoleh Platinum pada Nusantara CSR Awards 2026 kategori Ketahanan Ekonomi Masyarakat dan Rantai Nilai.

Tonny menegaskan, keberhasilan sebuah program TJSL diukur dari kemampuan masyarakat dalam melanjutkan manfaat program secara mandiri.

“Setiap intervensi harus berkembang menjadi ekosistem produktif yang menciptakan nilai bersama bagi masyarakat, lingkungan, dan perusahaan,” tambahnya.

Penilaian penghargaan dilakukan menggunakan metodologi La Tofi ESG Rating berbasis Risk-Action Alignment yang diperkuat Corporate Economic Protection Index (CEPI). 

Metode tersebut menilai kesesuaian antara risiko, aksi mitigasi, dampak program, hingga kontribusinya terhadap keberlanjutan operasional perusahaan.

Eco-Wisata SiNyonya memperoleh skor Platinum Alignment 94,10, sedangkan K-TRACK mencatatkan skor 91,28. Kedua program tersebut masuk dalam kategori Risk High-Action High atau Leader Quadrant yang menunjukkan tingginya keselarasan antara potensi risiko dan langkah mitigasi yang dijalankan.