TangerangNews.com

Cari Bibit Unggul Sepak Bola di Tangerang, 48 Tim Bakal Berlaga dalam Rajawali Junior League 2026

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 3 Agustus 2026 | 22:17 | Dibaca : 110


COO RTV Cecil Samantha Sasmita (tengah) bersama Legenda sepak bola Indonesia Ismed Sofyan dan Greg Nwokolo saat konferensi pers kompetisi sepak bola usia dini Rajawali Junior League 2026, Senin 3 Agustus 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Ajang kompetisi sepak bola usia dini bertajuk Rajawali Junior League (RJL) 2026 siap digulirkan oleh RTV pada 29–30 Agustus 2026 di Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Turnamen ini menjadi panggung bagi puluhan tim muda di wilayah Tangerang, untuk menunjukkan bakat terbaik mereka.

Sebanyak 48 tim dipastikan meramaikan gelaran ini. Peserta terbagi dalam dua kategori utama, yakni 32 tim U-10 yang berasal dari Sekolah Dasar (SD) dan 16 tim U-13 dari Sekolah Sepak Bola (SSB).

Chief Operating Officer (COO) RTV Cecil Samantha Sasmita menegaskan bahwa RJL diciptakan bukan sekadar turnamen mengejar kemenangan semata, melainkan sarana untuk menggembleng mentalitas dan sportivitas anak-anak.

"Ini komitmen kita untuk membuat wadah bagi anak-anak. Saat berlatih dan bertanding, mereka tidak hanya diajar untuk menang, tetapi bagaimana menantang dan memupuk jiwa sportivitas mereka. Kita ingin membentuk karakter positif sejak usia dini," ungkapnya saat konferensi pers, Senin 3 Agustus 2026.

Adapun alasannya memilih Sport Center Kelapa Dua Tangerang, menurut Cecil karena kesiapan fasilitas yang mampu menampung skala gelaran ini.

Ia juga meluruskan bahwa tidak ada keterkaitan dengan klub profesional Persita yang memiliki markas di stadion tersebut.

"Sebenarnya tidak ada kaitannya dengan Persita. Pertimbangannya adalah fasilitas di Sport Center Kelapa Dua sangat memadai. Kita butuh dua lapangan sekaligus area yang cukup luas untuk membuat festival keluarga," ungkap Cecil.

Cecil menambahkan ajang di Tangerang ini merupakan langkah awal. Pihaknya memiliki mimpi besar agar Rajawali Junior League dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dan terus hadir dalam seri-seri berikutnya di berbagai daerah.

"Memupuk mimpi itu tidak bisa cuma sekali. Dengan dukungan media dan rekan-rekan klub, kita pastikan akan ada seri-seri berikutnya," tegasnya.

 

Proses Seleksi Ketat 

Project Manager RJL 2026 Jhoni Marcos menjelaskan proses seleksi peserta dilakukan secara ketat melalui tahap canvassing untuk memastikan kualitas kompetisi dan komitmen dari setiap sekolah maupun SSB yang berpartisipasi.

"Untuk U-10, kita melihat sekolah-sekolah yang benar-benar ekstrakulikuler bolanya berjalan dan punya komitmen tinggi. Begitu juga untuk SSB, kita pilih yang memiliki rekam jejak prestasi yang bagus agar bisa menyajikan hiburan yang berkualitas bagi penonton," ujarnya.

Untuk event kali ini, seluruh peserta difokuskan dari wilayah Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan).

Namun, Jhoni menambahkan bahwa ke depannya RJL memiliki rencana ekspansi ke wilayah lain seperti DKI Jakarta hingga Jawa Barat, menyesuaikan lokasi venue pertandingan selanjutnya.

"Saya melihat banyak bakat dan SSB yang bagus di Tangerang, jadi kita mulai dari sini. Nanti berlanjut ke daerah lain," terangnya.

 

Peluang ke Akademi Profesional

Tak sekadar kompetisi rutin, RJL 2026 juga menjadi wadah talent scouting bagi para pemain muda yang berpotensi.

Pihak penyelenggara turut menggandeng sosok profesional di dunia sepak bola tanah air, seperti Arthur Irawan, untuk memantau langsung bakat-bakat menonjol selama turnamen berlangsung.

Pemain terbaik yang terpilih berkesempatan mendapatkan simulasi pelatihan hingga peluang masuk ke akademi sepak bola profesional, seperti Akademi Persik Kediri.

"Kami berharap SSB yang hadir juga bisa men-talent scout anak-anak U-10 dari sekolah. Jika ada yang berbakat, bisa diberikan trial gratis ke SSB. Lalu untuk jenjang U-13, pemain potensial punya kesempatan masuk ke akademi tim yang bekerja sama dengan kami," jelas Jhoni.

Jhoni juga menegaskan bahwa ke depannya RJL akan terus menjalin kolaborasi erat dengan PSSI dan KONI daerah setempat demi mendukung keberlanjutan pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia.