TangerangNews.com

Jual Makanan Non-Halal, Restoran Chef Wilgoz di Pagedangan Tangerang Diperas Oknum Warga Modus Aksi Demo

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:58 | Dibaca : 72


Potongan video di Instagram Chef Wilgoz, yang memperlihatkan aksi demo sekelompok warga terhadap restoran miliknya di kawasan BSD, Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, lantaran menjual makanan non halal. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Chef William Gozali (Chef Wilgoz), pemenang MasterChef Indonesia Season 3 mengeluhkan terkait aksi demo sekelompok warga terhadap restoran miliknya di kawasan BSD, Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, lantaran menjual makanan non-halal.

Melalui video yang diunggah di Instagram pribadinya, Chef Wilgoz mengaku menjadi sasaran dugaan aksi pemersaan mengatasnamakan pemuda setempat.

Dalam video tersebut terlihat sejumlah pengunjuk rasa membentangkan berbagai spanduk berukuran besar di jalanan, dengan kawalan pihak kepolisian.

Spanduk tersebut bertuliskan kecaman seperti "Tindak Tegas Produk Haram yang Merugikan Konsumen", "Segera Tutup Naked Papa" dan "Pemuda Lengkong Bersatu". Di lokasi juga terlihat kerumunan massa yang membawa bendera merah putih serta perangkat pengeras suara.

Chef Wilgoz mengaku aksi demonstrasi tersebut bukan yang pertama kalinya, melainkan sudah terjadi hingga tiga kali. Sejak pertama ia membangunr restoran, oknum warga sudah mendatanginya untuk meminta sejumlah uang.

"Dude, ini udah yang ketiga kalinya. Yang pertama waktu kita dibangun, didatangin sama oknum untuk minta duit. Oke, kita ladenin. Begitu kita kasih, lanjut lagi, kita nggak kasih. Habis itu, udah selesai, dengan berbagai macam drama yang panjang, datang lagi kelompok berikutnya," katanya dikutip Rabu 5 Agustus 2026.

Chef Wilgoz menegaskan bahwa tindakan kelompok yang mengatasnamakan pemuda setempat ini telah mengarah pada pemerasan berkedok isu produk non-halal.

Ia menyayangkan oknum-oknum yang sengaja mencari keuntungan pribadi dengan memanfaatkan celah bisnis dan keresahan sosial, padahal banyak pekerja yang menggantungkan hidupnya di restoran tersebut.

"Ini bisnis F&B lagi sulit, bukan cuma F&B tapi semua bisnis. Jadi please, jangan manfaatin celah-celah gini buat keuntungan kalian. Karena di belakang kita juga, kita ada tanggung jawab yang harus kita kasih makan dengan mempekerjakan orang, gitu lho," pungkasnya.