TangerangNews.com

Seskab Teddy Tinjau MPLS Sekolah Rakyat di Tangerang, Siap Tambah 100 Unit Tahun Ini

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 9 Agustus 2026 | 21:05 | Dibaca : 43


Seskab Letkol Inf. Teddy Indra Wijaya meninjau MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu 8 Agustus 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Inf. Teddy Indra Wijaya meninjau Persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu 8 Agustus 2026.

Ia pun menyempatkan diri berinteraksi langsung dan mendengarkan kisah inspiratif dari para calon siswa yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses pendidikan.

Menurut Seskab Teddy, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan hak belajar yang setara tanpa terkecuali.

"Sekolah Rakyat adalah cara Bapak Presiden agar seluruh anak-anak di Indonesia dapat bersekolah. Yang tidak bersekolah bisa bersekolah, yang putus sekolah bisa melanjutkan sekolah, yang tidak pernah sekolah sama sekali bisa sekolah," ujarnya.

Ia memaparkan bahwa pada tahun 2025 lalu terdapat 165 Sekolah Rakyat dengan total 43 ribu siswa. Tahun ini, pemerintah kembali melakukan penambahan 100 Sekolah Rakyat guna memperluas jangkauan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia.

Teddy juga mendorong anak-anak yang sempat putus sekolah maupun belum pernah mengenyam pendidikan untuk kembali bersekolah dan berani memiliki cita-cita besar melalui Sekolah Rakyat.

 

Jaring Anak Jalanan dan Pengamen

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang ikut peninjauan menambahkan, Presiden Prabowo Subianto juga memerintahkan penambahan penyelenggaraan sekolah rintisan Sekolah Rakyat di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Fasilitas ini menyasar anak-anak yang sebelumnya terpaksa menghabiskan jam sekolah di jalanan.

"Mereka pada jam-jam sekolah itu kadang mengamen atau bekerja di pasar-pasar atau di tempat umum. Sekarang mereka sekolah dan memiliki harapan baru untuk maju," jelas Gus Ipul, sembari mengapresiasi dukungan para kepala daerah yang telah menyediakan lahan.

Setiap unit Sekolah Rakyat dirancang mampu menampung hingga 2.000 siswa mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

 

Banten Punya 6 Sekolah Rakyat

Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik program strategis ini. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah hak dasar dan jalan utama untuk keluar dari kemiskinan, kesulitan serta keterbelakangan.

Maka dari itu, hadirnya Sekolah Rakyat tersebut merupakan harapan besar dalam rangka mencerdaskan seluruh anak bangsa.

“Hadirnya Sekolah Rakyat ini juga turut mengurangi angka putus sekolah di Provinsi Banten,” katanya.

Pada kesempatan itu Andra Soni juga mengucapkan terima kasih kepada Mensos dimana saat ini sudah ada enam sekolah perintis Sekolah Rakyat di Provinsi Banten.

Ini akan menjadi modal kita untuk mendorong terwujudnya generasi unggul dan berdaya saing. 

“Apalagi Provinsi Banten sebagai daerah penyangga Jakarta,” tambahnya.

Senada dengan gubernur, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyatakan komitmen penuh Pemkab Tangerang dalam menyukseskan program tersebut.

Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten ini diharapkan mampu memberikan pembinaan terbaik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh dan unggul.