TangerangNews.com

Inovasi Smart Febrile Patch Bawa Mahasiswi FK UPH Tangerang Raih Juara 1 Pilmapres Nasional 2026

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 10 Agustus 2026 | 12:31 | Dibaca : 75


Tiffney Tyara Setyoko, mahasiswi FK UPH angkatan 2023 raih Juara 1 Program Sarjana Pilmapres Tingkat Nasional 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Prestasi membanggakan ditorehkan oleh dunia pendidikan tinggi Indonesia. Tiffney Tyara Setyoko, mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang angkatan 2023, meraih Juara 1 Program Sarjana Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Nasional 2026, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Kemenangan ini menorehkan sejarah baru yang amat penting. Tiffney sukses mencetak rekor sebagai mahasiswa pertama dari perguruan tinggi swasta (PTS) yang berhasil meraih Juara 1 Pilmapres Nasional, sejak ajang bergengsi ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014.

 

Perjalanan Panjang Menuju Juara Nasional

Sebelum melaju ke panggung nasional, Tiffney yang mewakili UPH dan LLDIKTI Wilayah III harus melalui proses seleksi yang sangat ketat. Ia terlebih dahulu keluar sebagai Juara 1 Pilmapres Tingkat Wilayah.

Dari ratusan mahasiswa yang berkompetisi di 17 wilayah LLDIKTI, terpilih 60 mahasiswa terbaik untuk melaju ke tingkat nasional, hingga akhirnya mengerucut menjadi 19 finalis dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Pada tahap puncak yang berlangsung tanggal 4–7 Agustus 2026, para finalis dinilai secara komprehensif melalui berbagai aspek, meliputi Prestasi akademik dan capaian unggulan, gagasan kreatif dan inovatif.

Lalu, kemampuan analitis, kepemimpinan, dan komunikasi, wawasan umum serta kemampuan berbahasa Inggris hingga penilaian presentasi dan wawancara mendalam.

 

Inovasi Smart Febrile Patch

Dalam ajang Pilmapres Nasional 2026, Tiffney memukau dewan juri dengan mengusung gagasan inovatif bertajuk “Smart Febrile Patch”.

Inovasi ini berupa wearable sensor non-invasif berbasis keringat yang dirancang khusus untuk membantu skrining dini tingkat keparahan penyakit infeksi yang ditandai dengan demam.

Gagasan tersebut lahir dari kepekaan Tiffney terhadap persoalan di tengah masyarakat, di mana demam sering kali dianggap sepele tanpa adanya parameter objektif sederhana untuk mendeteksi kapan suatu kondisi membutuhkan penanganan medis segera.

Melalui Smart Febrile Patch, alat ini mengukur biomarker fisiologis untuk memberikan informasi awal mengenai respons inflamasi tubuh.

Tiffney berharap teknologi ini nantinya dapat membantu masyarakat mengambil keputusan medis lebih dini, sehingga risiko keterlambatan penanganan serta penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat ditekan.

 

Komitmen Ekosistem Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan

Dekan Fakultas Kedokteran UPH, Prof. Dr. Eka, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas pencapaian gemilang mahasiswinya.

Menurutnya, prestasi ini sekaligus membuktikan keberhasilan arah pendidikan kedokteran di UPH yang senantiasa menghubungkan ilmu pengetahuan dengan riset dan kebutuhan riil masyarakat.

"Pendidikan kedokteran tidak cukup hanya menghasilkan mahasiswa yang menguasai ilmu kedokteran. Kami ingin membentuk calon dokter yang mampu berpikir kritis, melakukan riset, berinovasi, berkomunikasi, memimpin, memiliki integritas, dan menggunakan seluruh kemampuan tersebut untuk melayani masyarakat," ungkapnya, Senin 10 Agustus 2026.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari kekuatan ekosistem UPH Medical Sciences (UPH MS) yang mengintegrasikan tiga pilar utama: pendidikan akademik, penelitian (research), dan pelayanan pasien (patient care).

Didukung oleh jejaring riset seperti Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN) serta 41 rumah sakit Siloam, mahasiswa UPH dibiasakan untuk menempa diri dekat dengan realitas dunia kesehatan modern.

Gelar juara nasional ini bukanlah pencapaian instan bagi Tiffney. Ia memiliki rekam jejak konsistensi yang luar biasa di bidang akademik, organisasi, maupun riset ilmiah, di antaranya meraih Most Outstanding Student FK UPH – Academic Category.

Kemudian, juara 1 AORTA Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin 2026 sekaligus dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP).

Tiffney juga terlibat dalam publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi Scopus Q1 di bidang hipertensi dan kanker kolorektal.

Ia pun menjadi oral presenter dalam forum Asia Pacific bidang alergi dan imunologi hingga mengikuti program pertukaran riset di National Defense Medical Center, Taiwan.

Di balik seluruh pencapaian luar biasa tersebut, Tiffney tetap membumi dan memandang keberhasilannya sebagai anugerah sekaligus amanah besar.

"Puji Tuhan, saya sangat bersyukur atas dukungan keluarga, para dosen, pembimbing, dan UPH yang terus mendampingi saya," tutur Tiffney.

"Menjadi mahasiswa swasta pertama yang meraih juara ini bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus mendorong mahasiswa lain agar berani mengembangkan potensi dan memberikan dampak positif bagi sesama," tambahnya.