TangerangNews.com

Mensos Targetkan Sekolah Rakyat Tampung 150 Ribu Siswa pada 2027

Muhamad Yusri Hidayat | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:28 | Dibaca : 69


Mensos Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


‎TANGERANGNEWS.com-Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang kerap disapa Gus Ipul menargetkan sebanyak 150.000 siswa dapat mengikuti program Sekolah Rakyat pada 2027.

Target tersebut dapat terpenuhi apabila pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat yang berada di berbagai wilayah di Indonesia selesai sesuai rencana.

‎Saat ini, sebanyak 165 bangunan Sekolah Rakyat yang telah dioperasikan dan sudah menampung sedikitnya 43.000 siswa di Indonesia. 

‎"Tahun depan sesuai arahan Bapak Presiden kalau gedungnya jadi udah lebih dari 150.000 siswa Sekolah Rakyat dan akan nambah lebih banyak lagi setiap tahunnya," ujar Gus Ipul dikutip Senin, 10 Agustus 2026.

‎Gus Ipul menjelaskan, setiap unit Sekolah Rakyat diperkirakan dapat menyerap sekitar 2.000 siswa. Agar program tersebut dapat lebih banyak menjangkau peserta didik, Kementerian Sosial juga akan memperbanyak Sekolah Rakyat Rintisan.

‎Program tersebut bertujuan membidik anak-anak dari keluarga prasejahtera, serta anak yang putus sekolah dan masih berada di jalan.

‎Menurut Gus Ipul, perekrutan siswa Sekolah Rakyat Rintisan tidaklah mudah.

Pendamping harus berburu dan menemukan anak-anak yang menjadi target program. Setelah ditemukan, barulah anak-anak tersebut diajak untuk menempuh pendidikan.

‎"Para pendamping-pendamping kami harus memerlukan waktu 24 jam ya mencari tempat mereka sedang berada di mana itu. Nah, inilah hal yang mendapat atensi secara khusus dari Bapak Presiden, mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti di setiap daerah nanti," ucapnya.

‎Sementara itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, pemerintah telah membangun sebanyak 100 bangunan baru Sekolah Rakyat pada 2026.

‎"Tahun ini ada 100 bangunan baru yang lebih besar, lebih layak, dan lebih memadai," ujar Teddy.

‎Teddy mengungkapkan, program Sekolah Rakyat dihadirkan pemerintah sebagai solusi untuk mengurangi jumlah anak putus sekolah, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu.

"Jadi secepat mungkin mereka-mereka yang belum memiliki pendidikan yang layak, segera disekolahkan, mendapat ilmu, segera diberi penginapan, makan, kesehatan, dan ilmu yang baik, dan perlengkapan yang baik di sekolah," ungkapnya.