TangerangNews.com

Tinjau CKG di Tangerang, Wamenkes Dorong Pengobatan Dini Diabetes dan Hipertensi

Muhamad Yusri Hidayat | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:29 | Dibaca : 37


Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus saat meninjau Program CKG di Kabupaten Tangerang, pada Kamis 20 Agustus 2026. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


‎TANGERANGNEWS.com-Wakil menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia Benjamin Paulus Octavianus menyebut, jumlah cakupan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Indonesia telah mencapai 82 juta jiwa. 

‎Ia mengatakan, pada tahun 2026 target cakupan CKG sendiri yaitu 130 juta atau 46 persen dari jumlah penduduk Indonesia. 

‎"Sampai hari ini sudah 81,4 juta. Mungkin dengan tambah hari ini 600 ribu, ‎berarti sudah 82 juta karena tiap hari minimal 600 ribu orang CKG di seluruh Indonesia," katanya, saat meninjau Program CKG di Kabupaten Tangerang, pada Kamis 20 Agustus 2026. 

‎Adapun, masalah kesehatan yang ditemukan pada masyarakat yang mengikuti CKG sendiri yakni Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi.

Setelah penyakit tersebut ditemukan, para masyarakat yang terjangkit tersebut akan langsung diberikan penanganan lanjutan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) atau Rumah Sakit. 

‎"Yang terbanyak adalah diabetes (kencing manis) dan hipertensi. Tadi saya lihat begitu ditemukan, dikasih obat dan langsung diarahkan ke Puskesmas untuk selanjutnya pengobatan. Jika puskesmas mengalami kesulitan, bisa dilanjutkan dirujuk ke rumah sakit," katanya. 

‎Pasalnya, jika lama ditangani, penderita hipertensi dapat mengalami gagal jantung hingga stroke. 

Sementara, pada penderita Diabetes Melitus jika dibiarkan penyakit tersebut dapat berkembang menjadi gagal ginjal yang berujung pada cuci darah atau hemodialisis.

‎"Dengan pemeriksaan cek kesehatan gratis, kita di Indonesia ini begitu banyak orang kena cuci darah. Hari ini ada 156 ribu orang cuci darah," sebut Benjamin Paulus.

‎Benjamin menjelaskan, program CKG sendiri merupakan langkah untuk mendeteksi dini masalah kesehatan yang dimiliki setiap masyarakat Indonesia agar dapat segera cepat diobati.

‎"Kita ingin supaya mumpung ketahuan ada hipertensi, langsung kita obati sehingga mereka bisa usia panjang dalam keadaan sehat," jelasnya.