TANGERANGNEWS.com-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan melakukan perluasan pemeriksaan penyakit tuberkulosis (TBC) melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna mencari lebih banyak kasus penyakit tersebut di Indonesia.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, dari 1,09 juta perkiraan penderita TBC pada tahun 2025, baru 867.000 kasus yang berhasil ditemukan. Artinya sekitar 223.000 kasus belum terdeteksi.
"Iya, jadi yang ditemukan baru 80 persen. Selebihnya masih belum terdiagnosis," ujarnya di Kabupaten Tangerang, Kamis 20 Agustus 2026.
Menurut Benjamin, melalui skrining dalam program CKG, pemerintah menargetkan temuan kasus TBC mencapai 90 persen pada 2026. Apalagi, saat ini program CKG telah dilengkapi dengan pemeriksaan X-ray.
"Tahun ini kita melakukan extraordinary, kita targetkan kalau bisa naik menjadi 90 persen," jelasnya.
Nantinya, masyarakat yang terdeteksi mengidap kasus TBC akan langsung diobati. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya penanganan dan pencegahan penularan kuman TB kepada orang lain.
Selain skrining kasus, pemerintah juga mendorong pengobatan pencegahan tuberkulosis bagi individu yang sering berinteraksi dengan penderita, khususnya kerabat satu rumah dan kelompok rentan.
Berdasarkan data Kemenkes, target nasional cakupan pemberian terapi pencegahan TBC (TPT) bagi kontak serumah ditetapkan sebesar 72 persen pada tahun 2025.
Meski demikian, realisasi program ini di berbagai daerah tercatat masih belum memenuhi target yang ditentukan tersebut.
Banten menjadi provinsi dengan capaian TPT paling tinggi dibandingkan sejumlah daerah lainnya, yaitu 61 persen. Kemudian, Jawa Timur mencapai 46 persen dan Jawa Tengah sebesar 28 persen.
Sementara itu, capaian TPT paling rendah tercatat di Papua Pegunungan dengan 0 persen, sementara Sulawesi Utara dan Aceh masing-masing baru mencapai 1 persen.
Oleh karenanya, Benjamin meminta agar masyarakat memanfaatkan program CKG untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
"Jadi melalui media ini, kita memanfaatkan media, kalian tolong kami sehingga mengajak masyarakat untuk CKG sehingga mudah diketahui kalau ada sakit, ditemukan, diobati, jadi kasus TB akan turun dengan CKG ini," jelasnya.