TangerangNews.com

Baterai Bekas Jangan Dibuang Sembarangan, AZKO Ajak Masyarakat Kelola Limbah Elektronik

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:46 | Dibaca : 35


AZKO mengajak masyarakat untuk mengelola limbah elektronik agar mencegah pencemaran lingkungan. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com— Baterai menjadi salah satu benda yang digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Mulai dari remote, jam, mouse, senter hingga mainan, berbagai perangkat membutuhkan baterai agar dapat berfungsi.

Namun, ketika masa pakainya berakhir, baterai tidak seharusnya langsung dibuang bersama sampah rumah tangga. 

Pasalnya, baterai merupakan bagian dari limbah elektronik atau e-waste yang perlu dikelola dengan cara yang tepat karena dapat mengandung bahan berbahaya.

Melalui brand AZKO, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI) mengajak masyarakat membangun kebiasaan penggunaan dan pengelolaan baterai yang lebih bertanggung jawab, mulai dari memilih baterai yang dapat digunakan kembali hingga menyalurkannya melalui fasilitas pengumpulan limbah elektronik.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menggunakan baterai rechargeable atau baterai yang dapat diisi ulang. 

AZKO menyediakan KRISBOW Baterai Rechargeable AA Set 4 pcs dengan kapasitas 2.500 mAh dan tingkat pengosongan daya yang rendah.

Produk tersebut memiliki masa simpan hingga lima tahun serta bebas kadmium dan merkuri. 

Dengan ukuran AA, baterai dapat digunakan pada berbagai perangkat seperti remote control, jam, mainan anak, kamera digital, wireless keyboard dan mouse, game controller, senter, hingga sejumlah peralatan rumah tangga.

Penggunaan baterai rechargeable pada perangkat yang digunakan secara rutin dapat mengurangi frekuensi pembelian baterai sekali pakai. 

Kebiasaan tersebut sekaligus dapat membantu mengurangi jumlah limbah baterai yang dihasilkan.

Masa penggunaan baterai juga dapat dimaksimalkan dengan memastikan proses pengisian dilakukan menggunakan perangkat yang sesuai. 

AZKO menyediakan KRISBOW Charger Baterai Universal 6 Slot yang dapat mengisi hingga enam baterai sekaligus.

Charger tersebut dilengkapi sistem auto cut-off yang menghentikan pengisian ketika baterai sudah penuh serta indikator LED untuk memantau proses pengisian. Perangkat ini kompatibel dengan baterai D, C, AA, AAA, dan 9V.

Selain itu, kondisi baterai dapat diperiksa menggunakan KRISBOW Baterai Tester. Alat tersebut dapat digunakan untuk baterai berukuran AA, AAA, C, D, dan 9V. 

Pointer serta skala tiga warna membantu pengguna mengetahui kondisi baterai, mulai dari masih baik, berdaya lemah, hingga perlu diganti.

Dengan memeriksa kondisi baterai terlebih dahulu, pengguna dapat menghindari penggantian baterai yang sebenarnya masih dapat digunakan.

Setelah baterai benar-benar tidak dapat digunakan, pengelolaannya juga perlu diperhatikan. 

Baterai termasuk sampah elektronik yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). 

Permen LHK Nomor 9 Tahun 2024 mencantumkan baterai sel kering lithium, non-lithium, dan sel basah sebagai contoh barang elektronik rusak dan/atau tidak digunakan lagi yang mengandung B3.

Karena itu, baterai bekas perlu dipilah dan disalurkan melalui jalur pengelolaan yang sesuai, bukan dibuang bersama sampah rumah tangga.

World Health Organization (WHO) melalui laporan Throwing Away Our Health (2025) juga memasukkan baterai sebagai salah satu jenis sampah elektronik yang dapat mengandung bahan kimia berbahaya, termasuk logam seperti timbal, merkuri, lithium, dan kadmium. Pengelolaan yang tidak tepat berpotensi membuat bahan tersebut terlepas ke lingkungan.

Untuk membantu masyarakat menyalurkan baterai dan perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan, AZKO menyediakan program BISA BAIK atau Bersama Atasi Sampah Barang Elektronik.

Program yang telah berjalan sejak 2023 tersebut menyediakan dropbox di 24 toko AZKO yang tersebar di 17 kota. 

Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk mengumpulkan berbagai jenis sampah elektronik dari berbagai merek, termasuk baterai dan perangkat elektronik lainnya.

Pelanggan yang berpartisipasi dalam program tersebut juga mendapatkan diskon tambahan 10 persen untuk setiap pembelian produk elektronik pilihan di AZKO.

Head of Corporate Communications & Sustainability PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk Melinda Pudjo mengatakan, pengelolaan produk hingga akhir masa pakainya menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan.

“Kami berupaya menghadirkan pilihan produk yang membantu masyarakat menggunakannya secara lebih bijak, sekaligus menyediakan akses penyaluran bagi perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai melalui BISA BAIK dengan AZKO,” ujarnya. 

Penggunaan baterai rechargeable, pemeriksaan kondisi baterai sebelum menggantinya, serta penyaluran baterai yang sudah tidak terpakai melalui fasilitas pengelolaan limbah elektronik menjadi sejumlah langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi timbulan e-waste.