TangerangNews.com

Atasi Krisis Dokter Spesialis, Dinkes Banten Gunakan Rontgen Portabel Berbasis AI untuk CKG

Muhamad Yusri Hidayat | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:18 | Dibaca : 42


Hasil rontgen portabel berbasis AI untuk mendeteksi TBC dalam program cek kesehatan gratis di Kota Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


‎TANGERANGNEWS.com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menggunakan teknologi rontgen portabel yang dilengkapi Artifisial Intelligence (AI) untuk melakukan analisis penyakit dalam yang dialami masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). 

‎Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengaku penggunaan teknologi ini sebagai langkah guna menutupi kurangnya Dokter Spesialis Radiologi untuk melakukan analisis penyakit. 

‎"Dan dengan portabel rontgen yang menggunakan teknologi canggih dengan AI, jadi ini jadi tidak memerlukan lagi dokter spesialis, karena memang keterbatasan dokter spesialis radiologi maka dengan pembacaan AI ini kita akan lebih mempermudah untuk pelayanan," katanya dikutip Sabtu 22 Agustus 2026.

‎Menurutnya, rontgen portabel AI ini telah melalui tahap uji coba dengan tingkat akurasi atau keberhasilan mencapai 99,99 persen, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan analisis dari teknologi tersebut. 

‎"Iya karena ini sudah uji coba semuanya tahapan uji coba 99,99% ini semua akurasinya tercapai," kata Ati.

‎Meski begitu, Dokter Spesialis Radiologi tetap dibutuhkan untuk memastikan analisis hasil gambar rontgen masyarakat. 

‎Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila teknologi AI tersebut terjadi ketidakakuratan data atau bias algoritma. 

‎"Jika ada keraguan kami tetap konsultasi ke dokter spesialis," ungkapnya. 

‎Selain itu, menurut Ati, penggunaan rontgen portabel dilakukan untuk mempermudah pemeriksaan masalah kesehatan masyarakat, khususnya penyakit dalam seperti Tuberkulosis (TBC) dan memperluas cakupan program CKG. 

‎"Seluruh kegiatan yang ada dengan integrasi CKG dan penyaringan TBC, kami menggunakan rontgen portabel yang kita bawa-bawa ke mana-mana dan secara aktif jemput bola, kita tidak menunggu masyarakat yang datang ke Puskesmas," jelasnya.