TangerangNews.com

Tanggapi Fenomena Sarjana Nganggur, Kadisnaker Kota Tangerang: Ijazah Saja Tidak Cukup!

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:48 | Dibaca : 39


Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan (@TangerangNews / Redaksi)


TANGERANGNEWS.com-Fenomena pengangguran sarjana menjadi sorotan banyak pihak. Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan memberikan pandangan mendalam mengenai akar permasalahan ini.

Menurutnya, fenomena ini bukan semata-mata akibat ketersediaan lowongan pekerjaan, melainkan kompetensi tiap individu dan relevansi sistem pendidikan saat ini.

Persoalan mendasar bagi para lulusan sarjana terletak pada seberapa jauh mereka membekali diri dengan keahlian spesifik, adaptabilitas digital, serta kesiapan mental di dunia kerja yang kompetitif.

"Lulusan perguruan tinggi tidak boleh hanya mengandalkan ijazah. Mereka dituntut untuk menguasai keterampilan penunjang seperti penguasaan bahasa, kemampuan komunikasi publik (public speaking), serta penguasaan teknologi digital agar memiliki nilai tawar yang tinggi di mata perusahaan," katanya, Senin 24 Agustus 2026.

Dari sisi pendidikan, ketika perguruan tinggi melahirkan ribuan lulusan setiap tahunnya, seringkali terjadi skill gap (kesenjangan keahlian) antara apa yang dipelajari di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata di lapangan.

"Saya setiap bertanya ke anak sekolah atau mahasiswa 'kamu habis (lulus) dari sini mau ke mana?' banyak yang tidak bisa jawab. Berarti ada kekosongan yang belum dipersiapkan oleh dunia pendidikan kita," jelasnya.

Oleh karena itu, Ujang menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh pada kurikulum pendidikan agar tidak sekadar berorientasi pada pencapaian akademik saja, melainkan mampu melahirkan lulusan yang siap kerja dan mandiri.

Selain itu, banyak pihak kerap menyalahkan pemerintah daerah karena dianggap kurang menyediakan lapangan pekerjaan. Padahal, kata Ujang, Disnaker Kota Tangerang secara aktif rutin memfasilitasi pencari kerja melalui gelaran Job Fair maupun kolaborasi langsung dengan industri.

Berdasarkan data ketersediaan lowongan kerja terbaru di Job Fair Online Edisi Kemerdekaan yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026, ada sekitar 2.126 lowongan dengan 69 formasi jabatan.

"Rincianya mencakup jenjang SMA/SMK sebanyak 1.998 lowongan, D3 sebanyak 68 lowongan, dan S1 sebanyak 60 lowongan. Bidang pekerjaannya pun beragam, mulai dari operasional, keuangan, hingga IT," papar Ujang.

Selain itu, Disnaker Kota Tangerang terus menggenjot berbagai program penanggulangan pengangguran melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja dan program On the Job Training, hingga juga menjalin kerja sama strategis (MoU) dengan berbagai perusahaan.

Meski demikian, Ujang mengingatkan bahwa pemerintah hanya sebagai fasilitator yang membuka jembatan peluang seluas-luasnya.

Keberhasilan mendapatkan pekerjaan pada akhirnya sangat bergantung pada kesiapan diri dan proaktifnya para pencari kerja itu sendiri.

"Yang menentukan kita bisa bersaing dengan kompetitor kita sendiri, ya itu diri kita lewat mempersiapkan apa sih yang harus dikuasai. Disnaker tidak bisa memaksa perusahaan menerima pelamar kerja," tegasnya.