TangerangNews.com

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 3 September 2026 | 10:45 | Dibaca : 97


Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, dikembangkan PLN menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com— PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi PLN UID Banten, PLN Indonesia Power, dan ULP Labuan. 

Pengembangannya tidak hanya menitikberatkan pada sektor pariwisata, tetapi juga melibatkan UMKM, pendidikan vokasi, kendaraan listrik, hingga pemanfaatan material sisa hasil pembakaran batu bara atau Fly Ash Bottom Ash (FABA).

General Manager PLN UID Banten Tonny Bellamy mengatakan, transisi energi perlu memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

"Melalui Program Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya, kami membangun sebuah ekosistem yang menghubungkan energi bersih, potensi lokal, pendidikan vokasi, dan UMKM agar tumbuh bersama secara berkelanjutan," ungkap Tonny.

Pengembangan kawasan wisata SiNyonya bertumpu pada tiga program utama. Salah satunya adalah pengembangan kendaraan listrik melalui kerja sama dengan siswa SMK Jaya Buana.

PLN juga menyediakan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik atau EV Charging di kawasan tersebut. Sementara FABA dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan sejumlah infrastruktur di area wisata.

Wisatawan nantinya dapat berkeliling menggunakan kendaraan listrik sambil mengunjungi berbagai sentra usaha masyarakat Desa Bandung.

Produk UMKM yang menjadi bagian dari pengembangan wisata ini meliputi kerajinan anyaman pandan, batik, kopi, hingga kuliner khas daerah setempat.

Sejumlah fasilitas kawasan juga telah mendapat penataan, termasuk area parkir, gapura, serta papan informasi edukatif. 

Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tarik Desa Bandung sebagai destinasi wisata yang mengangkat potensi dan kearifan lokal.

Program ini juga menyasar pengembangan sumber daya manusia. Para siswa SMK Jaya Buana mendapatkan pembelajaran berbasis proyek terkait kendaraan listrik hingga peluang memperoleh sertifikasi di bidang tersebut.

Di sisi lain, Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes didorong untuk mengambil peran dalam pengelolaan kawasan. 

Mulai dari pengelolaan aset, operasional wisata, hingga penyusunan dan pengembangan paket wisata.

Tonny menyebut kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjalankan program tersebut.

Ia mengatakan pengembangan Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya melibatkan PLN Group, pemerintah desa, BUMDes, SMK Jaya Buana, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat.

Melalui pengembangan kawasan tersebut, PLN berharap muncul sumber-sumber ekonomi baru bagi masyarakat. 

Program ini juga membuka peluang kerja di sektor pariwisata, UMKM, dan layanan pendukung lainnya.

Penggunaan kendaraan listrik dalam aktivitas wisata diharapkan dapat mendukung pemanfaatan energi listrik secara produktif sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak.

Tonny menambahkan, program tersebut menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung target Net Zero Emissions melalui pemanfaatan energi bersih dan penerapan ekonomi sirkular hingga ke tingkat desa.

"Dengan memanfaatkan potensi lokal dan energi bersih, desa dapat tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional," ungkapnya.