TangerangNews.com

Banten Terpapar Abu Vulkanik Anak Krakatau, Gubernur Imbau Warga Pakai Masker

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 6 September 2026 | 15:41 | Dibaca : 76


Gubernur Banten Andra Soni memberikan keterangan terkait erupsi Gunung Anak Krakatau, Sabtu 5 September 2026. (TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Erupsi Gunung Anak Krakatau yang tengah berlangsung menyebabkan abu vulkanik terbawa angin hingga ke sejumlah wilayah di Banten dan Jawa Barat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus memantau perkembangan aktivitas gunung yang saat ini berstatus Level III (Siaga) tersebut.

​Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pihaknya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berkoordinasi dengan pos pengamatan gunung api, untuk memantau sebaran abu vulkanik dan memastikan langkah mitigasi berjalan tepat.

​"Berdasarkan pantauan kami bersama PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), arah angin saat ini membawa abu vulkanik menuju wilayah Banten dan Jawa Barat. Kami terus memonitor perkembangannya," ujarnya di Kota Serang, Sabtu 5 September 2026.

Andra Soni mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.

Ia secara khusus meminta warga yang bermukim di wilayah terdampak abu vulkanik untuk mengenakan pelindung pernapasan saat beraktivitas di luar ruangan.

​"Karena ada sebaran abu, kami mohon kepada masyarakat di daerah terdampak untuk memakai masker saat keluar rumah demi menjaga kesehatan," katanya.

​Berdasarkan laporan terbaru Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 5 September 2026, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga).

Erupsi terus terjadi disertai lontaran material vulkanik, pancaran lava (lava fountain), suara gemuruh, serta hujan abu.

​Terkait kondisi tersebut, Andra Soni menegaskan agar warga mematuhi rekomendasi keselamatan dari Badan Geologi.

Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun nelayan dilarang keras mendekati atau beraktivitas di dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

​Masyarakat di pesisir Banten dan Lampung juga diminta untuk tetap tenang dan mematuhi arahan BPBD setempat. Selain itu, Andra mengingatkan warga agar tidak mudah termakan berita bohong (hoaks).

​"Diharapkan masyarakat hanya memercayai dan mencari informasi dari media atau sumber resmi pemerintah," tegasnya.

Andra Soni memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik ini. "Kita berdoa, semoga semua baik-baik saja," pungkasnya.