TangerangNews.com

Kenang KH Ahmad Fudholi, Maesyal: Kabupaten Tangerang Kehilangan Ulama Panutan

Muhamad Yusri Hidayat | Senin, 7 September 2026 | 19:32 | Dibaca : 41


Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid saat melayat jenazah KH Ahmad Fudholi. (TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


‎TANGERANGNEWS.com-Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Tangerang atas wafatnya ulama kharismatik KH Ahmad Fudholi, pada Senin, 7 September 2026.

‎Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid yang datang melayat menyebut kepergian KH Ahmad Fudholi merupakan kehilangan besar bagi masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya umat Islam yang selama ini menjadikannya sebagai panutan dalam kehidupan beragama.

‎"Yang pertama kita semua sepakat bahwa sore ini kita turut berduka cita. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT dan diampuni segala kekhilafannya," ujar Maesyal saat ditemui di rumah duka.

‎Menurut Maesyal, KH Ahmad Fudholi bukan hanya seorang ulama, tetapi juga figur yang mampu diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kalangan pemerintah, tokoh agama, hingga masyarakat di tingkat akar rumput.

‎"Beliau adalah figur yang bisa diikuti dan menjadi suri teladan bagi umat. Beliau selalu mengajak umatnya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta menjalankan kehidupan yang berlandaskan ibadah," katanya.

‎Ia menilai sosok KH Ahmad Fudholi memiliki kemampuan luar biasa dalam merangkul berbagai kalangan. Kehadirannya selama ini menjadi perekat antara ulama, umara, dan masyarakat.

‎"Beliau betul-betul bisa masuk ke semua lini. Baik para tokoh, para ulama, pemerintah, sampai masyarakat di tingkat desa dan RT. Beliau adalah sosok yang membimbing umat dan menjadi teladan bagi kita semua," ungkapnya.

‎Selain dikenal luas sebagai pendakwah, KH Ahmad Fudholi juga dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam pembinaan umat Islam di Kabupaten Tangerang sejak usia muda.

‎Maesyal mengaku sempat menjenguk almarhum saat menjalani perawatan di rumah sakit. Berbagai upaya telah dilakukan agar kondisi kesehatan almarhum membaik, namun takdir berkata lain.

‎"Kita semua sudah berusaha bersama-sama. Saya sempat menjenguk beliau di rumah sakit. Kita berharap beliau cepat sembuh dan kembali sehat, tetapi Allah SWT memiliki kehendak lain dan itu yang terbaik untuk almarhum," tuturnya.‎

‎Ia pun berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah tersebut.