TangerangNews.com

Proyek PSEL Serang Raya Mulai Dibangun Akhir 2026, Kapasitas 1.161 Ton Sampah Per Hari

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 7 September 2026 | 21:04 | Dibaca : 68


Gubernur Banten Andra Soni saat audiensi percepatan proyek PSEL bersama Badan Pengelola Investasi Danantara di Aula Pemerintah Kota Serang, Senin 7 September 2026. (TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Gubernur Banten Andra Soni memastikan proyek strategis nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Serang Raya mulai dibangun pada akhir tahun 2026.

Fasilitas pengolahan ini dipusatkan di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang, untuk menangani sampah dari kawasan aglomerasi yang mencakup Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.

Kepastian tersebut disampaikan Andra Soni usai menghadiri audiensi percepatan proyek PSEL bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Aula Pemerintah Kota Serang, Senin 7 September 2026.

"Kapasitas pengelolaannya mencapai 1.161 ton per hari dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 hingga 2029," ujar Andra Soni.

Ia menjelaskan, sebagian besar daerah di Banten saat ini masih mengandalkan sistem pembuangan terbuka (open dumping).

Oleh karena itu, kehadiran PSEL menjadi solusi konkret yang sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) No 109/2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan dari Presiden Prabowo Subianto.

Kebijakan ini juga mendukung program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang menargetkan pengelolaan 100 persen sampah secara nasional pada 2029.

“Ini adalah langkah konkret yang dilakukan Presiden dalam mengatasi darurat sampah nasional, sekaligus memperkuat ketahanan energi baru terbarukan,” kata Andra Soni.

Dalam persiapannya, Pemprov Banten bersama Pemkot Serang, Pemkab Serang, dan Pemkot Cilegon terus merampungkan berbagai tahapan teknis bersama Danantara dan konsorsium pelaksana proyek.

Pemkot Serang dijadwalkan merampungkan pembebasan lahan pada bulan depan, disusul pematangan lahan oleh Pemkab Serang dan Pemkot Cilegon, serta kepastian pasokan air dan suplai sampah harian.

Direktur Utama PT Denera Fadli Rahman menambahkan bahwa dari 11 lokasi prioritas PSEL nasional, Serang Raya menjadi salah satu wilayah yang paling siap dan kini telah memasuki tahapan desain teknis.

“Kami sudah melakukan kajian teknis di lokasi yang akan dijadikan PSEL dan kondisinya sudah sangat baik. Saat ini tinggal penyelesaian beberapa kesepakatan antar-daerah agar pelaksanaannya bisa disegerakan,” jelas Fadli.

Audiensi percepatan PSEL ini turut dihadiri oleh Wali Kota Serang Budi Rustandi, Bupati Serang Ratu Rahmatuzakiyah, Wali Kota Cilegon Robinsar, Asisten Deputi Ekonomi Sirkular dan Dampak Lingkungan Kemenko Pangan Roffi Alhanif, serta Presiden Direktur PT Chandra West Energi Edi Riva’i selaku perwakilan konsorsium pelaksana proyek.