TangerangNews.com

Tekan Sebaran Abu Vulkanik, 3 Koridor Jalan di Tangsel Disempot Malam hingga Dini Hari

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 8 September 2026 | 22:15 | Dibaca : 32


Penyemprotan jalan utama di Kota Tangsel dilakukan pada malam hingga dini hari, untuk menekan sebaran abu vulkanik. (TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) bersama tim gabungan melakukan penyemprotan sejumlah ruas jalan untuk meminimalisir dampak sebaran abu vulkanik yang mengendap di badan jalan.

Penyemprotan yang menerapkan metode dust suppression ini dilakukan pada Selasa 8 September 2026 mulai pukul 01.00 WIB dengan menyasar tiga koridor utama yakni:

  1.   Terminal BSD–Jalan Ciater Raya–Bundaran Maruga–Jalan Ciater Raya–Terminal BSD.

  2.   Ruas Pamulang Square–Sasak dan sebaliknya.

  3.   Kawasan Stasiun Rawa Buntu–Melati Mas dan sebaliknya.

“Penyemprotan ini kita lakukan untuk membasahi abu vulkanik yang mengendap di badan jalan, sehingga tidak kembali beterbangan akibat kendaraan maupun angin dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan.

Ia menjelaskan, pemilihan waktu pengerjaan pada tengah malam hingga dini hari dilakukan dengan pertimbangan matang agar penanganan dapat berjalan maksimal tanpa mengganggu mobilitas warga.

“Kita lakukan pada malam sampai dini hari agar proses penanganannya lebih optimal dan tidak terlalu mengganggu mobilitas warga. Harapannya, sebelum aktivitas masyarakat kembali ramai pada pagi hari, endapan abu di ruas jalan sudah bisa kita kendalikan,” tambah Pilar.

Langkah preventif ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat evaluasi Pemkot Tangsel bersama perangkat daerah terkait dalam mengantisipasi paparan abu vulkanik di ruang publik.

Mengingat banyaknya ruas jalan di wilayah Tangsel, Pilar menyebutkan bahwa aksi penyemprotan serupa akan terus dilakukan secara bertahap di koridor-koridor lainnya dengan melihat kondisi di lapangan.

Metode dust suppression sendiri dikenal efektif untuk mengendalikan debu.

"Dalam situasi darurat abu vulkanik ini, teknik tersebut terbukti ampuh melumpuhkan endapan debu di jalanan agar tidak membahayakan kesehatan pernapasan warga dan kenyamanan berkendara di Tangsel," tutup Pilar.