TangerangNews.com

Dua Aset Banten Dilirik Perusahaan Konstruksi, Tertarik Suntik Dana Hampir Rp1 Triliun

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 9 September 2026 | 20:13 | Dibaca : 36


Banten International Stadium (BIS). (Istimewa / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com-PT Sasmaya Media Integrasi, perusahan penyedia solusi teknologi dan konstruksi tertarik menginvestasikan dana senilai hampir Rp1 triliun ke aset daerah Provinsi Banten.

Dua aset utama yang menjadi fokus penjajakan kerja sama ini meliputi kawasan sports center Provinsi Banten, termasuk di dalamnya Banten International Stadium (BIS), serta sektor industri tepung ikan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi mengungkapkan bahwa dari empat potensi aset yang sebelumnya ditawarkan Pemprov, kini mengerucut pada dua lokasi yang dinilai paling potensial oleh pihak investor.

"Alhamdulillah, ada beberapa potensi yang kami ajukan, disetujui untuk dikelola investor. Dua lokasi insya Allah telah menarik minat dari PT Sasmaya," ujarnya seusai pertemuan di Kantor DPMPTSP Provinsi Banten, KP3B, Selasa 8 Sepember 2026.

Deden berharap realisasi investasi ini dapat segera terwujud guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten.

Selain itu, kehadiran investor swasta ini diyakini mampu membuka lapangan kerja baru seluas-luasnya bagi masyarakat setempat.

Sementara itu, Faruq Ibnu Haqi, Direktur Keuangan PT Sasmaya Media Integrasi menjelaskan ketertarikan perusahaannya pada kedua aset tersebut didasarkan atas kesesuaian dengan lini bisnis utama mereka, khususnya di sektor konstruksi.

Berdasarkan kajian sementara, alokasi dana terbesar diarahkan untuk pengembangan kawasan sports center yang mencapai lebih dari Rp850 miliar.

Konsep pembangunan ini dirancang menjadi kawasan terpadu yang memadukan unsur olahraga dan hiburan (sport-entertainment), sekaligus sebagai bentuk dukungan konkret agar Banten siap dan sukses menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 mendatang.

"Bagaimana untuk bisa mendukung Banten ini juga memiliki sports center dan juga kawasan yang benar-benar terintegrasi antara entertain dan sport," ungkapnya.

Adapun sisa porsi investasi senilai sekitar Rp135 miliar akan difokuskan pada sektor industri tepung ikan.

Sektor ini dinilai memiliki prospek bisnis yang cerah karena ditopang oleh target produksi yang besar serta sejalan dengan upaya mendukung program ketahanan pangan nasional.

Dengan demikian, total akumulasi rencana investasi dari kedua proyek tersebut diperkirakan menyentuh angka Rp985 miliar.

Faruq menambahkan, pihak perusahaannya saat ini juga masih membuka peluang dan melakukan penjajakan mendalam terhadap berbagai potensi investasi lain yang tersebar di wilayah Provinsi Banten.

“Masih ada penjajakan lagi potensi-potensi yang ada di Banten dan ini masih kita godok lagi,” katanya.

Pertemuan strategis penandatanganan minat investasi ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Pemprov Banten, di antaranya Kepala DPMPTSP Virgojanti, Asisten Daerah II Budi Santoso, Kepala Bappeda Babar Soeharso, Kepala BPKAD Mahdani, Kepala DPUPR Arlan Marzan, Kepala DLHK Wawan Gunawan, serta Kepala DPMPTSP Kota Serang Arif Rahman Hakim.