TangerangNews.com

Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang, Tim SAR Gabungan Temukan Life Jacket di Perairan Selat Sunda

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 11 September 2026 | 08:58 | Dibaca : 31


Penemuan life jacket saat operasi pencarian rombongan jurnalis hilang di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. (Istimewa / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com-Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian speed boat berisi rombongan jurnalis yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pada pencarian hari ketiga, Kamis 10 September 2026, KAL Anyer TNI AL menemukan sebuah life jacket di area pencarian Sektor F pada pukul 15.32 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk yang akan ditindaklanjuti oleh Tim SAR Gabungan.

“Temuan life jacket ini tentunya menjadi perhatian bagi kami. Namun, kami masih perlu melakukan verifikasi untuk memastikan apakah barang tersebut berkaitan dengan survivor yang sedang kami cari. Tim akan menindaklanjuti setiap temuan yang berpotensi menjadi petunjuk,” ujarnya.

Sementara itu, hasil penyisiran di Sektor A, B, C, D, dan E masih nihil. Tim SAR Gabungan tetap melakukan pencarian dengan mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia, termasuk dukungan udara melalui Helikopter HR-3604.

Kondisi cuaca di wilayah operasi dilaporkan cerah berawan tebal, angin dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 15 knot, serta tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter.

“Kami terus mengoptimalkan pencarian dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan seluruh personel," kata Al Amrad.

Tim SAR Gabungan membagi wilayah operasi menjadi enam sektor dengan total luas sekitar 2.483 nautical mile persegi.

Pencarian melibatkan berbagai unsur dan sarana, di antaranya KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Karambit, KP Sanjaya, KAL Anyer, KAL Pahawang, RIB 02 Banten, KM Arupadhatu, HR 3604, serta unsur TNI, Polri, BPBD, Potensi SAR, nelayan dan masyarakat.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan bahwa operasi hari ketiga memprioritaskan pengerahan unsur laut dan udara dengan area pencarian yang mencakup Pulau Rakata, Pulau Panjang, Pulau Sertung, serta perluasan hingga perairan sekitar Pulau Sebesi dan Pulau Legundi dari wilayah Lampung.

"Pencarian melibatkan 300 personel gabungan serta pengerahan 11 unsur kapal," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni Usai menegaskan bahwa Pemprov Banten terus berkoordinasi dan memberikan dukungan penuh terhadap operasi yang secara teknis dikendalikan oleh Basarnas.

"Faktor cuaca, arah angin, serta paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi pertimbangan penting dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan," katanya di Posko Terpadu Carita, Kabupaten Pandeglang.

Diketahui, ada delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru speed boat hilang kontak saat hendak meliput erupsi Guung Anak Krakatau.