TangerangNews.com

Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan

Rangga Agung Zuliansyah | Sabtu, 12 September 2026 | 17:08 | Dibaca : 49


Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan saat Rapat Koordinasi Forkopimda membahas mitigasi bencana, pada Jumat 11 September 2026. (TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.

Salah satu fokus utama yang dilakukan adalah memastikan ketersediaan kebutuhan dasar air bersih bagi masyarakat terdampak.

Berdasarkan data hingga 8 September 2026, Pemkot Tangsel tercatat telah mendistribusikan total 943.950 liter air bersih ke berbagai titik wilayah yang mengalami krisis air.

"Penyaluran tersebut dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kekeringan," kata tegas Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, usai Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada Jumat 11 September 2026.

Selain kekeringan, Pemkot Tangsel juga memitigasi potensi bencana lain seperti pencegahan terhadap potensi kebakaran lahan di kawasan TPA Cipeucang.

Menurut Pilar, sekitar 70 persen area telah dilakukan pengurukan untuk menutup timbunan sampah, sekaligus mencegah potensi longsor dan kebakaran.

Pengawasan di kawasan tersebut juga diperkuat melalui penjagaan selama 24 jam serta clear area di sekitar Cipeucang untuk mencegah aktivitas pembakaran sampah oleh masyarakat.

“Jangan sampai ada aktivitas masyarakat di sekitar lingkungan Cipeucang, terutama pembakaran sampah,” tegas Pilar.

Terkait dampak abu vulkanik erusi Gunung Anak Krakatau, Pemkot Tangsel telah melakukan penyemprotan jalan sebagai bagian dari dust suppresion di sejumlah wilayah.

Selain itu, pembagian masker dilakukan melalui Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, posyandu, serta kegiatan Ngider Sehat.

PMI Kota Tangsel juga turut membagikan ribuan masker kepada masyarakat di tujuh kecamatan.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait arah sebaran abu vulkanik.

Berdasarkan informasi per 10 September 2026, aktivitas Gunung Anak Krakatau telah mengalami penurunan secara drastis.

“Alhamdulillah, aktivitas Gunung Anak Krakatau sudah turun secara drastis. Mudah-mudahan ke depannya bisa reda,” ujar Pilar.

Pilar juga menyampaikan bahwa pemerintah masih berkoordinasi dalam upaya pencarian salah satu warga Tangsel yang merupakan bagian dari tim jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar yang bersangkutan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.