TangerangNews.com

Abu Vulkanik Mereda, Siswa di Tangerang Kembali Belajar Normal Mulai Senin

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 14 September 2026 | 00:06 | Dibaca : 43


Kegiatan belajar mengajar tatap muka di SDN Kota Tangerang. (TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memastikan seluruh satuan pendidikan di wilayahnya kembali memberlakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka mulai Senin, 14 September 2026.

Kebijakan ini diambil setelah sebelumnya sempat menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai langkah antisipatif menyusul adanya sebaran abu vulkanik di sekitar wilayah Kota Tangerang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar menjelaskan keputusan kembalinya aktivitas sekolah secara normal ini dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan serta perkembangan kualitas udara.

PJJ yang sempat diterapkan beberapa hari sebelumnya merupakan bentuk perlindungan preventif untuk mengurangi paparan aktivitas luar ruangan bagi para peserta didik.

"Mulai besok kegiatan belajar mengajar kembali normal. Kami tetap mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk memperhatikan kondisi lingkungan dan memastikan kegiatan belajar berlangsung dengan aman dan nyaman bagi peserta didik," ujar Wahyudi.

Meski KBM tatap muka resmi diberlakukan kembali, Pemkot Tangerang menegaskan bahwa pengawasan terhadap kondisi lingkungan tidak berhenti.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama instansi terkait tetap siaga melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala di berbagai titik sebagai langkah mitigasi dan perlindungan kesehatan masyarakat.

"Pemkot Tangerang pun terus melakukan pemantauan kualitas udara di sejumlah titik. Masyarakat kami imbau tetap waspada, mengikuti informasi resmi, dan tidak perlu khawatir secara berlebihan," tambahnya.

Dengan kembalinya aktivitas sekolah secara normal, Pemkot Tangerang berharap para siswa dapat kembali mengikuti kegiatan belajar dengan nyaman dan optimal.

Orang tua juga diimbau untuk terus mendampingi anak-anak serta memastikan perlindungan kesehatan mereka tetap terjaga dalam beraktivitas sehari-hari.