TangerangNews.com

Lampaui Target, Gubernur Banten Apresiasi Realisasi Investasi KEK ETKI di BSD City Tembus Rp1,9 Triliun

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 14 September 2026 | 19:13 | Dibaca : 152


Gubernur Banten Andra Soni melihat pemaparan rogres pengembangan KEK ETKI Banten di Digital HUB BSD City, Kabupaten Tangerang, Senin 14 September 2026. (TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Gubernur Banten Andra Soni meninjau langsung progres pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten yang berlokasi di Digital HUB BSD City, Kabupaten Tangerang, Senin 14 September 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Andra Soni didampingi Kepala BUPP KEK ETKI Banten Lindawaty Chandra, CEO Urban Solution & Development Sinar Mas Land Irawan Harahap dan Senior VP Corporate Affairs Sinar Mas Land Panji Himawan.

Andra Soni juga menyempatkan melihat kantor Social Bread, marketplace dan agensi pemasaran digital yang menghubungkan kreator konten dengan pelaku UMKM serta merk lokal.

Selain itu, ia juga mampir ke Fuji Academy BSD, pusat pelatihan kerja dan bahasa Jepang di Biomedical Campus.

Dari hasil peninjauan, Andra Soni mengapresiasi capaian KEK ETKI BSD yang dinilai berjalan melampaui ekspektasi perencanaan awal.

Saat ini Provinsi Banten memiliki dua regulasi kawasan ekonomi khusus dari pemerintah pusat, yakni KEK Tanjung Lesung untuk pariwisata serta KEK BSD untuk sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, dan teknologi digital.

Berdasarkan pemaparan pengelola, progres KEK ETKI BSD menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif dalam kurun waktu dua tahun terakhir sejak pelaksanaan operasionalnya pada Oktober 2024.

"Alhamdulillah KEK-nya berjalan sesuai atau melebihi ekspektasi yang direncanakan. Realisasi investasi pada tahun pertama telah mencapai Rp1,9 triliun dengan 29 tenant perusahaan dan menyerap sekitar 1.773 tenaga kerja," katanya.

Sementara itu, dalam kurun waktu 5 tahun kedepan, target investasi mencapai Rp6 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai kurang lebih 6.000 orang dari 50 lebih tenant.

"Proyeksi jangka panjang selama 20 tahun ke depan itu sebesar Rp18 triliun dengan 75 lebih tenant, diperkirakan mampu menyerap hingga 13.000 tenaga kerja," ungkap Andra Soni.

Lebih lanjut, Andra Soni mengungkapkan dari total kapasitas maksimal kawasan seluas 59,68 hektare tersebut, saat ini sisa lahan yang tersedia tinggal sekitar 10 persen saja.

Tingginya minat investor didorong oleh masifnya perkembangan teknologi, salah satunya kebutuhan akan fasilitas pusat data (data center) yang sangat krusial untuk mendukung ekosistem digital nasional.

Sebagai bentuk komitmen Pemprov Banten, pihaknya terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan pihak pengelola KEK ETKI BSD.

Salah satu poin penting dalam kolaborasi ini adalah memastikan anak-anak muda lokal asal Banten mendapatkan akses dan kesempatan yang sama untuk menikmati fasilitas pendidikan berkualitas di kawasan tersebut.

"Kami telah membangun koordinasi dan kerja sama dengan pihak pengelola KEK ini, salah satunya adalah mereka memfasilitasi anak-anak kita di Banten, untuk bisa mendapatkan kesempatan yang sama dengan masyarakat lain dalam mendapatkan pendidikan di sini," ungkapnya.

Melalui program pemberian beasiswa, sebanyak 20 pemuda Banten disiapkan untuk mengikuti program pelatihan di Fuji Academy, lembaga pendidikan vokasi yang bekerja sama dengan institusi di Jepang.

"Program ini dirancang agar para peserta mendapatkan pendidikan keahlian vokasi sebelum diberangkatkan langsung untuk bekerja di Jepang dan program tersebut dijadwalkan akan segera dimulai," jelasnya.

Andra Soni berharap keberadaan KEK ETKI BSD ini dapat memberikan multiplier effect yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, yang pada gilirannya mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Banten.