TangerangNews.com

Kasus ISPA Turun Jadi 3.400, Udara Banten Masih di Atas Baku Mutu Imbas Abu Vulkanik

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 14 September 2026 | 19:44 | Dibaca : 33


Kepala Dinas Kesehatan Banten dr. Ati Pramudji Hastuti. (TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Provinsi Banten sempat mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai 4.499 imbas abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten mencatat adanya tren pelandaian kasus dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Dinkes Banten dr. Ati Pramudji Hastuti mengungkapkan meskipun kasus ISPA berangsur turun di kisaran angka 3.400-an, kualitas udara di luar ruangan masih berada di luar baku mutu atau masih dalam kategori tidak sehat.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengenakan masker, khususnya di wilayah yang masih terdampak abu vulkanik pekat seperti Kabupaten Serang, Cilegon, dan Pandeglang.

"Karena kondisi berdasarkan hasil dari pengukuran udara yang ada, ini potensinya masih di luar baku mutu. Artinya bahwa dengan masih adanya di luar lebih tinggi dari baku mutu yang ada, maka tetap ini berpotensi masih memburuk untuk udara yang ada," ujar dr. Ati saat ditemui di Digital HUB BSD City Tangerang, Senin 14 September 2026.

Selain ISPA, gangguan kesehatan lain seperti iritasi mata sempat mencapai puncak dengan 549 kasus sebelum akhirnya turun menjadi sekitar 400 kasus.

Sebaliknya, kasus penyakit kulit justru menunjukkan sedikit peningkatan karena dampaknya yang tidak langsung dirasakan seketika saat erupsi terjadi.

"Justru kalau penyakit kulit sudah mulai agak naik nih. Mungkin karena baru terasa, kulit kan tidak langsung biasanya tidak langsung pada saat kejadian erupsi langsung penyakit kulit," jelas dr. Ati.

Meski demikian, dr. Ati memastikan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas, klinik, hingga rumah sakit, telah disiagakan selama 24 jam penuh untuk mengantisipasi lonjakan pasien.

"Hingga saat ini, ketersediaan fasilitas dan penanganan bagi penderita ISPA di Banten masih aman berkat sinergi kebijakan pembatasan aktivitas luar ruangan serta penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sekolah," tutupnya.