TangerangNews.com

Biadab! Lansia di Kelapa Dua Tangerang Tewas Dianiaya Anak Kandung

Muhamad Yusri Hidayat | Jumat, 18 September 2026 | 12:46 | Dibaca : 48


Jasad lansia ditemukan tewas bersimbah darah di Desa Bojong Nangka, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. (TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


‎TANGERANGNEWS.com-Seorang lansia bernama Eni Warasati, 60, ditemukan tewas bersimbah darah pada bagian kepala di Desa Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang pada Kamis 17 September 2026.

Lansia tersebut tewas setelah dianiaya anak kandungnya sendiri, Evi Wihandono, 41. 

‎Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) AKP Wira Graha Setiawan mengatakan, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh salah seorang warga yang melihat jasad korban tergeletak tidak bergerak disebuah lahan kosong di Desa Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua.

‎"Saat pertama kali ditemukan warga, korban diketahui masih dalam kondisi hidup. Korban dinyatakan meninggal saat di rumah sakit, karena mengalami luka berat di bagian kepala," ujarnya dikutip Jumat 18 September 2026.

‎Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat sejumlah luka pada bagian kepala korban. Luka tersebut diduga berasal dari hantaman benda tumpul. 

"Sementara dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), ditemukan sebuah palu yang diduga digunakan pelaku untuk menganiaya korban," jelasnya.

‎Dari hasil temuan barang bukti tersebut, kata Wira, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan pada saksi-saksi dan melakukan penyelidikan peristiwa tersebut.

Kemudian, terungkap pelaku merupakan anak kandung korban yang bernama Evi Wihandono.

‎Pada hari yang sama, pelaku ditangkap di kediamannya, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang yang tak jauh dari lokasi. 

‎"Kita curigai dikarenakan ada luka di tangannya. Setelah kita lakukan pemeriksaan mendalam, ternyata yang bersangkutan melakukan perbuatan tersebut," ungkapnya. 

‎Wira menambahkan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap kronologi lengkap dan motif yang melatarbelakangi tindakan terduga pelaku.

‎"Untuk motif dan lain-lain kita masih lakukan penyelidikan dan penyidikan. Sesegera mungkin kita akan laporkan kepada rekan-rekan semua," tambahnya.