TangerangNews.com

8 Siswa SMPN 1 Sepatan Diduga Keracunan MBG, SPPG Cuma Terancam SP 1

Muhamad Yusri Hidayat | Jumat, 18 September 2026 | 19:39 | Dibaca : 42


Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


TANGERANGNEWS.com-Sebanyak delapan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sepatan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, mendadak mengalami gejala mual ringan usai mengonsumsi hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis 17 September 2026.

Namun atas insiden tersebut, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pisangan 2 hanya diganjar teguran dan peringatan awal.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizin membenarkan kejadian tersebut.

Ia memastikan kondisi seluruh siswa kini telah membaik dan sudah kembali beraktivitas di sekolah setelah sempat mendapatkan penanganan medis.

"Para siswa sudah kembali menjalani sekolah, karena gejala keracunan yang dialami siswa berupa mual-mual ringan," ujar Hendra, Jumat 18 September 2026.

Hendra membeberkan, insiden terungkap usai pihak Puskesmas setempat menerima laporan keluhan kesehatan dari para murid.

Dari total delapan siswa yang terdampak, enam di antaranya mendapatkan pengobatan di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), sementara dua siswa lainnya harus ditangani di Puskesmas karena mengalami gejala mual yang lebih berat. Meski begitu, tidak ada siswa yang sampai menjalani rawat inap.

Adapun paket menu MBG yang disajikan saat kejadian terdiri dari nasi, ayam goreng krispi, satu potong tempe, dan satu buah jeruk.

"Dipastikan para siswa tersebut tidak memiliki riwayat alergi terhadap menu yang dihidangkan," jelas Hendra.

 

Indikasi Kelalaian SOP

Atas insiden tersebut, Dinkes bergerak cepat dengan menerjunkan tim investigasi dari Puskesmas untuk mengambil sampel makanan pada hari yang sama.

Pengujian sampel dilakukan guna memastikan apakah timbulnya kuman atau bakteri menjadi penyebab utama reaksi mual pada siswa. Hasil pengujian laboratorium diperkirakan baru akan keluar dalam waktu 10 hari.

"Hari itu juga kita ambil sampel. Hasilnya belum keluar, butuh waktu sekitar 10 hari karena kumannya harus dibiakkan terlebih dahulu," jelas Hendra.

Sementara menunggu kepastian dari laboratorium, Dinkes telah melayangkan surat teguran kepada SPPG Pisangan 2 selaku penanggung jawab katering MBG di SMPN 1 Sepatan.

Pihaknya menduga ada indikasi kelalaian atau ketidaksesuaian prosedur operasional standar (SOP) dalam proses penyajian makanan.

"Kita memberikan teguran ke SPPG sekaligus meminta mereka memperkuat SOP. Saya menduga ada kelalaian SOP atau bisa jadi makanannya disajikan sudah lebih dari 4 jam," ungkap Hendra.

 

SPPG Bantah, Bakal Diberi SP 1

Di sisi lain, Tarmizi mengatakan pengelola SPPG Pisangan 2 membantah tuduhan kelalaian tersebut dan mengklaim seluruh tahapan pengolahan hingga penyaluran makanan sudah mengacu pada standar SOP yang ditetapkan.

Menanggapi bantahan tersebut, Hendra menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam.

"Kalau pengakuan dari SPPG sih membantah. Cuma nanti kita cocokkan pengakuan itu dengan hasil lab. Jika terbukti ada ketidaksesuaian SOP, kita akan berikan SP 1 dan diteruskan ke BGN," tegasnya.