TangerangNews.com

SMK Budi Luhur Tangerang Gandeng CBN dan Digdaya, Dorong Karya Siswa Masuk Ekosistem Industri Digital

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 18 September 2026 | 20:37 | Dibaca : 35


SMK Budi Luhur Kota Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Guna menjawab tantangan kesenjangan antara kurikulum sekolah dengan kebutuhan industri, SMK Budi Luhur Tangerang secara resmi menjajaki kolaborasi strategis dengan PT Cyberindo Aditama (CBN) dan PT Digdaya Duta Digital (Digdaya).

Langkah ini untuk memperkuat infrastruktur digital, penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga membuka jalur distribusi karya siswa ke tingkat profesional.

Melalui kerja sama ini, karya-karya kreatif siswa tidak lagi berhenti sebagai tugas akhir pembelajaran di kelas. Salah satu agenda utamanya adalah penguatan Bluvocation Creative Festival (BCF) 2026.

Pada puncak festival tahun ketiga ini, film dan animasi karya siswa jurusan Broadcasting dan Animasi direncanakan tayang di bioskop komersial serta dikurasi untuk masuk ke platform Over-The-Top (OTT) milik Digdaya.

Chief Operating Officer PT Digdaya Duta Digital, Harry Dharma Setiawan, menyambut positif potensi para siswa. Ia melihat kesesuaian yang jelas antara kompetensi siswa SMK Budi Luhur dan kebutuhan industri kreatif digital.

"Melalui lini creative and content dan platform OTT yang kami kelola, terdapat peluang agar karya-karya tersebut dapat dikurasi dan masuk ke kanal distribusi yang relevan, sehingga tidak berhenti sebagai tugas sekolah," ungkap Harry dikutip Jumat 18 September 2026.

Selain distribusi konten, CBN turut menghadirkan dukungan transformatif pada ekosistem pendidikan digital.

Bentuk kolaborasi mencakup penyediaan infrastruktur konektivitas, digital lab, sistem pembelajaran berbasis AI, hingga program knowledge sharing bersama praktisi dan peluang magang industri bagi para siswa.

Achmad Yahya Sjarifuddin, Strategic Education Alliances Department Head PT Cyberindo Aditama menegaskan pentingnya peran institusi pendidikan dalam membentuk masyarakat digital.

"Kolaborasi ini kami arahkan pada ekosistem menyeluruh, mulai dari infrastruktur digital, keterlibatan praktisi CBN Digital Ecosystem, hingga digitalisasi berbasis AI untuk mendukung siswa maupun sekolah,"* jelas Yahya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Budi Luhur Joko Waluyo berharap audiensi ini menjadi awal pembuka jalan bagi para siswa vokasi agar mampu bersaing secara profesional.

"BCF bukan hanya tentang menghasilkan karya, tetapi bagaimana siswa belajar melalui proses produksi berstandar industri, mendapatkan masukan dari praktisi, dan melihat karya mereka diapresiasi oleh publik," ujar Joko.

Diketahui, kolaborasi ini ditandai melalui audiensi yang digelar di Jakarta pada Senin 14 September 2026. Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Budi Luhur, CBN, Digdaya, serta mitra media seperti Medcom.id dan topublisher.id.

Ke depan, pihak sekolah dan industri sepakat untuk merumuskan nota kesepahaman (MoU) guna mengonstruksi model pendidikan vokasi yang terintegrasi secara nyata dengan dunia kerja dan teknologi digital.