TangerangNews.com

Morula IFC Hadir di BSD, Bawa Standar Fertilitas Global ke Indonesia

Tim TangerangNews.com | Jumat, 18 September 2026 | 21:14 | Dibaca : 24


Morula IFC resmi beroperasi di Bio Medical Campus BSD City, Jumat, 18 September 2026. (@TangerangNews / Redaksi)


TANGERANGNEWS.com — Pengembangan layanan fertilitas di Indonesia memasuki babak baru dengan hadirnya Morula International Fertility Center (Morula IFC) di BSD City, Banten. 

Pusat layanan fertilitas ini mengusung perpaduan keahlian internasional, teknologi reproduksi berbantu, serta pemahaman terhadap kebutuhan keluarga Indonesia.

Morula IFC berlokasi di kawasan Bio Medical Campus BSD City diresmikan Jumat, 18 September 2026, dengan kehadiran Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dan CEO PT Morula Indonesia, dr. Ivan Rizal Sini.

Tak hanya fokus pada fasilitas, Morula IFC juga melakukan pendekatan terhadap pengembangan layanan fertilitas yang menggabungkan pengalaman Indonesia dengan keahlian global.

Laboratorium klinik dipimpin oleh Audrey Wei, Scientific Director yang juga dikenal sebagai klinis embriologis asal Australia dengan pengalaman internasional lebih dari 20 tahun. Ia bekerja bersama Prof. Arief Boediono, Group Scientific Director Morula Indonesia.

Morula IFC juga melibatkan Dr. Lihong Geng, Chief Medical Quality Control Officer dari Jinxin Fertility Group, sebagai bagian dari kolaborasi internasional yang dikembangkan Morula. Tim manajemen klinik turut memiliki pengalaman dari berbagai sistem layanan kesehatan di Australia, Tiongkok, India, Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat.

Morula IFC menerapkan konsep Morula 360° Fertility Care, sebuah model layanan yang mengintegrasikan berbagai unsur dalam perjalanan fertilitas pasien, mulai dari konsultasi hingga proses perawatan.

Pendekatan tersebut melibatkan dokter, perawat, embriologis, farmasi, serta tim pendukung pasien dalam satu rangkaian layanan yang terkoordinasi.

Dari sisi fasilitas, pusat layanan ini dilengkapi laboratorium IVF di lokasi serta fasilitas penyimpanan kriopreservasi yang dipantau selama 24 jam. Ruang konsultasi, konseling, dan ruang tunggu juga dirancang dengan mempertimbangkan privasi dan kenyamanan pasien.

Bagi Morula, pengembangan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya membawa pengalaman global ke dalam konteks layanan fertilitas Indonesia.

CEO PT Morula Indonesia dr. Ivan Rizal Sini mengatakan, Morula menilai penguatan layanan fertilitas tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada kualitas data, transparansi hasil, dan pengembangan sumber daya manusia.

“Langkah berikutnya adalah membangun fondasi tersebut melalui data yang lebih kuat, hasil yang transparan, serta kolaborasi internasional yang lebih mendalam. Dengan demikian, kita dapat memperkuat kepercayaan terhadap layanan fertilitas di Indonesia.” ujar dr. Ivan. 

Arah tersebut juga tercermin dalam keterlibatan Education Program in Reproduction and Development (EPRD), program pendidikan pascasarjana dari Department of Obstetrics and Gynaecology, School of Clinical Sciences, Monash Health, Monash University.

EPRD dikenal sebagai salah satu program pelatihan besar bagi embriologis dan ilmuwan reproduksi. Program ini telah memiliki lebih dari 500 alumni yang bekerja di berbagai negara dalam bidang embriologi klinis, ilmu reproduksi, kesehatan reproduksi manusia, reproduksi hewan, dan konservasi.

Dengan pengalaman 28 tahun dalam pelayanan fertilitas di Indonesia, Morula Indonesia kini mengoperasikan 11 pusat layanan fertilitas yang tersebar di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali.

 

Reporter: Muhammad Dava Fauzy