TangerangNews.com

Normalisasi Pemkot Tangsel Tak Tuntas, Warga Angkut Tumpukan Sedimentasi di Kolong Flyover Ciputat

Redaksi | Minggu, 20 September 2026 | 22:59 | Dibaca : 65


Forum Peduli Sungai Ciputat (FPSC) bersama warga dan relawan melakukan gotong royong membersihkan sedimentasi dan tumpukan sampah di kolong Flyover Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang tidak terjangkau normalisasi pemerintah daerah setempat. (TangerangNews / Agustina Dwi)


TANGERANGNEWS.com-Kondisi aliran sungai di bawah Flyover Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menjadi perhatian setelah ditemukan sedimentasi dan tumpukan sampah yang berpotensi menghambat aliran air saat musim hujan.

Kondisi tersebut mendorong Forum Peduli Sungai Ciputat (FPSC) bersama warga dan relawan melakukan gotong royong membersihkan kolong flyover, pada Minggu, 20 September 2026.

Ketua FPSC Elang Mutakin mengatakan aksi tersebut dilakukan setelah pihaknya menemukan sedimentasi dengan ketebalan 1,5 meter di bawah kolong jembatan. Hal ini perlu segera ditangani sebelum memasuki musim hujan.

"Kalau tidak dibersihkan akan sangat mengganggu laju air yang datang dari arah Sawangan,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui DSDABMBK telah melakukan pembersihan aliran Sungai Ciputat sejak 18 Juni 2026 menggunakan personel dan excavator amphibi.

Pembersihan dilakukan mulai dari kawasan Pondok Hijau dan Inhutani hingga Pondok Payung Mas dan berlanjut ke segmen belakang Mega Mall.

Namun, FPSC mencatat masih terdapat material hasil pengerukan yang belum sepenuhnya diangkut dari sejumlah titik.

Material berupa tanah, bebatuan, dan sampah tersebut disebut masih berada di aliran sungai dan berpotensi terbawa ke hilir hingga kolong flyover Ciputat.

Elang mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pihaknya melakukan pembersihan. Menurutnya, normalisasi yang sebelumnya dilakukan pemerintah di sejumlah titik Sungai Ciputat belum mencakup bagian kolong tersebut.

Pembersihan tersebut juga menjadi persiapan menghadapi musim hujan. Ia mengatakan, kondisi kemarau memberikan kesempatan bagi warga dan pemerintah untuk membersihkan sumbatan sebelum debit air sungai meningkat.

“Nanti November kan info BMKG akan mulai masuk ke penghujan. Jadi kita maksimalkan di musim kemarau ini untuk membersihkan sumbatan-sumbatan di kolong ini,” lanjutnya. 

Ia juga meminta pemerintah daerah tidak berhenti pada kegiatan saat ini. Pembersihan Sungai Ciputat harus dilakukan secara rutin, tidak hanya ketika sedimentasi dan sampah sudah menumpuk.

“Harapannya ini akan jadi kegiatan rutin dari pemerintah kota untuk membersihkan sumbatan-sumbatan,” pungkasnya. 

Sementara itu, Ahmad Nuridam dari pihak Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel menyatakan dalam kegiatan ini pihaknya turut mengirimkan personel dan armada.

“Kita DLH mendapatkan surat permohonan untuk partisipasi. Alhamdulillah, memang kita selalu respons positif, kita selalu kirim bantuan,” kata Ahmad. 

Ahmad juga menjelaskan, keterlibatan DLH dalam kegiatan tersebut berkaitan dengan tugasnya pada bidang kebersihan, terutama pengangkutan sampah yang terkumpul dari kegiatan masyarakat.

Meski penanganan badan sungai bukan menjadi tugas DLH, melainkan bidang sumber daya air, namun Ahmad menyatakan pihaknya akan tetap membantu pengangkutan sampah dalam kegiatan pembersihan yang dilakukan masyarakat. 

“Untuk tupoksi kami kan memang tidak mengurusi badan sungai. Tapi kita selalu membantu ketika ada kegiatan bersih-bersih kali di mana pun, di wilayah Tangerang Selatan,” pungkasnya. 

 

Reporter: Agustina Dwi Cahyaningrum