TANGERANGNEWS.com-Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggelar simulasi penanganan kondisi darurat Airport Emergency Exercise (AEE) dan Airport Contingency Exercise (ACE) 2026 pada Kamis 24 September 2026.
Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan, mempercepat response time, serta menguji efektivitas koordinasi antar-instansi dalam penanganan hingga pemulihan operasional bandara.
Pelaksanaan simulasi ini merujuk pada standar internasional dokumen International Civil Aviation Organization (ICAO) serta regulasi nasional, termasuk UU No 1/2009 tentang Penerbangan dan PM 140 Tahun 2015.
Fokus utama latihan bertumpu pada pengujian fungsi 3C: Command (komando/kendali), Communication (komunikasi), dan Coordination (koordinasi).
Dalam latihan tersebut, disimulasikan dua kondisi darurat, yakni skenario kecelakaan pesawat di Runway 07L dan skenario tindakan melawan hukum berupa aksi penyanderaan di Central Corridor Terminal 1C.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi menjelaskan penanganan situasi darurat memerlukan respons cepat dan sinergis dari seluruh pemangku kepentingan.
"Keadaan darurat membutuhkan respons yang cepat dan terkoordinasi. Melalui latihan ini, kami memastikan setiap unsur terkait memahami perannya dan seluruh prosedur dapat dijalankan dengan baik ketika dibutuhkan," ujarnya.

Simulasi ini melibatkan lintas instansi, seperti Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF), Aviation Security (Avsec), Otoritas Bandara, AirNav Indonesia, TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), hingga pihak maskapai dan rumah sakit rujukan.
Skenario kecelakaan pesawat menguji alur pemadaman api, penyelamatan, evakuasi, penanganan medis, hingga pemulihan fasilitas.
Sementara itu, skenario penyanderaan di Terminal 1C berfokus pada sterilisasi area, evakuasi pengguna jasa, koordinasi dengan penegak hukum, serta penanganan korban.
Pihak manajemen Bandara Soekarno-Hatta turut menyampaikan permohonan maaf apabila kegiatan simulasi sempat menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna jasa, serta memastikan operasional penerbangan tetap berjalan aman dan lancar.