TangerangNews.com

Diduga Dibunuh, Wanita Ditemukan Tak Bernyawa di Ruko Cuci Steam Motor Cipondoh

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 27 September 2026 | 19:02 | Dibaca : 74


Potongan video wanita korban pembunuhan di ruko tempat cuci steam motor, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu 26 September 2026. (TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Penemuan mayat di sebuah ruko steam motor di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu 26 September 2026, menghebohkan warga sekitar. 

Korban diidentifikasi sebagai seorang wanita muda berinisial PAI 25, warga Kelurahan Larangan Selatan, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang yang merupakan pegawai di steam motor tersebut.

Dari rekaman video amatir yang diterima TangerangNews, korban tampak terbaring kaku terlentang di atas kasur lipat di dalam sebuah ruangan tempat istirahat karyawan.

Korban mengenakan kaos hitam bercorak serta celana panjang berwarna putih. Terdapat bercak diduga darah di sekitar wajah korban.

Berdasarkan informasi, peristiwa ini diketahui pada Sabtu pagi sekira pukul 06.00 WIB. Saksi Dwi dan Desi, saudara korban, mendapat kabar bahwa korban dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam ruko.

Kemudian, saksi langsung menuju lokasi kejadian. Namun, setibanya di TKP sekira pukul 14.30 WIB, pintu ruko steam motor milik Abdi Wahyudi itu berada dalam keadaan terkunci gembok dari luar.

Saksi kemudian menghubungi pemilik usaha steam motor untuk membuka gembok ruko. Setelah berhasil dibuka, para saksi bersama pemilik ruko masuk dan menemukan korban sudah terbaring kaku tak bernyawa.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Cipondoh sekira pukul 15.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Parikhesit membenarkan peristiwa itu. Menurutnya, piket Satreskrim dan Tim Inafis Polrestro Tangerang Kota dipimpin perwira piket IPDA M Hadi Susillo telah melakukan cek TKP penemuan jenazah yang diduga akibat pembunuhan tersebut.

"Usai olah TKP, petugas membawa jenazah korban ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk menjalani proses visum dan otopsi guna memastikan penyebab pasti kematiannya. Saat ini kami masih terus melakukan pendalaman dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap kasus ini," ujarnya, Minggu 27 September 2026.