TangerangNews.com

Viral Kasus Dugaan Bullying di Sekolah ICM Serpong, Pelaku Diduga Anak Pejabat

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 28 September 2026 | 18:36 | Dibaca : 33


Ilustrasi perundungan pelajar. (Gambar dibuat dengan AI) (Gemini AI / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Kasus dugaan pelecehan siswi oleh oknum guru belum selesai, kini muncul lagi kasus dugaan perundungan atau bullying di sekolah swasta Insan Cendekia Madani (ICM) Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Dugaan aksi perundungan di sekolah bertaraf internasional tersebut menyeret nama anak seorang pejabat yang disinyalir menjadi salah satu pelakunya.

Berdasarkan unggahan yang viral di media sosial Threads dari akun @paper.thoughts35, pengunggah yang mengaku sebagai keluarga korban mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi pada 26 Agustus 2026 lalu, di lapangan sekolah saat kegiatan Pramuka berlangsung.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan kronologi penganiayaan yang dialami korban. Awalnya, kedua tangan korban dipegang ke belakang lalu diposisikan duduk, sementara mata dan mulut korban ditutup rapat menggunakan dasi.

Setelah tidak berdaya, korban lantas dipukuli menggunakan buku dan dilempari karet rumput sintetis oleh para pelaku yang diduga berjumlah enam orang seniornya.

Aksi penganiayaan itu berlangsung cukup lama sebelum akhirnya korban dilepaskan.

Akibat tindak kekerasan tersebut, korban mengalami luka fisik serius pada bagian telinga hingga harus mendapatkan tindakan medis berupa jahitan.

"Kejadian cukup lama, hingga akhirnya korban dilepaskan. Baru teman-teman seangkatan korban berani menghampiri, dan mengatakan bahwa telinga korban berdarah, ternyata luka robek yang perlu dijahit (diduga luka dari benda tajam, bisa dari name tag besi atau bisa dari ring besi kacu pramuka)," tulis akun @paper.thoughts35 dalam unggahannya, dikutip Senin 28 September 2026.

Saat dikonfirmasi mengenai dugaan insiden penganiayaan tersebut, Kasi Humas Polres Tangsel Iptu Yuni memohon waktu untuk memberikan penjelasan resmi lebih lanjut.

"Mohon waktu ya," ujar Iptu Yuni singkat.

Sementara itu, Tamsil Inrung, Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Edukasi Sejahtera yang membawahi sekolah ICM memberikan keterangan resminya. 

Dirinya mengaku mengikuti dengan saksama pemberitaan dan perbincangan publik mengenai peristiwa di lingkungan ICM, yaitu dugaan tindak pelecehan yang dalam penanganan aparat penegak hukum, dan insiden perundungan dalam kegiatan Pramuka pada akhir Agustus lalu. 

"Sebagai pendiri dan Ketua Dewan Pembina, saya merasa perlu menyampaikan sikap. Kedua peristiwa ini adalah musibah bagi kami semua, dan yang paling utama, bagi anak-anak serta keluarga yang mengalaminya," katanya.

​Ia pun menyampaikan permohonan maaf dan keprihatinan pihak yayasan dan sekolah kepada siswa dan keluarga yang terdampak.

"Saya menghaturkan permohonan maaf yang tulus dan sedalam-dalamnya," ujar Tamsil.

Secara tegas, yayasan dan pihak sekolah menyatakan, tidak ada alasan yang bisa membenarkan seorang anak pulang dari kegiatan sekolah dengan luka fisik maupun psikis, apalagi trauma yang membuatnya harus meninggalkan lingkungan belajar.

Tidak ada pula kata yang cukup untuk menghapus rasa sakit akibat tindakan yang mencederai kemanusiaan dan keselamatan anak. 

"Saya sudah berkomunikasi langsung dengan orang tua korban perundungan, menyampaikan permohonan maaf dan dukungan moral," katanya.