TangerangNews.com

Terjadi 138 Kasus Kebakaran Tumpukan Sampah dan Lahan Kering di Kota Tangerang Selama Kemarau

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 28 September 2026 | 18:58 | Dibaca : 56


Terjadi kebakaran di lima titik di Kota Tangerang saat kondisi cuaca panas dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius dan kecepatan angin hingga 45 kilometer per jam. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com-Kondisi kemarau akibat cuaca ekstrem di Kota Tangerang menyebabkan maraknya kasus kebakaran tumpukan sampah, limbah, lahan kosong.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mencatat sebanyak 138 kasus kebakaran tersebut terjadi di seluruh 13 kecamatan.

Adapun rincianny yakni Kecamatan Pinang menjadi lokasi peristiwa terbanyak dengan 19 kasus, disusul Periuk sebanyak 18 kasus. Selanjutnya, Batuceper dan Ciledug masing-masing 14 kasus, Tangerang 11 kasus, serta Karang Tengah sebanyak 10 kasus.

"Sementara itu, Kecamatan Cibodas, Karawaci, Neglasari dan Cipondoh masing-masing mencatat 9 kejadian. Kecamatan Benda mencatat 6 kejadian, sedangkan Kecamatan Jatiuwung dan Larangan masing-masing sebanyak 5 kejadian," Senin 28 September 2026.

Menurut Mahdiar, kondisi kering membuat material seperti daun, rumput, sampah, limbah, dan tumpukan bahan mudah terbakar lebih cepat kehilangan kelembapan.

"Api yang muncul dari aktivitas pembakaran terbuka maupun sumber lainnya juga berpotensi lebih cepat merambat, terutama di lahan kosong dan area dengan banyak material kering,” jelas Mahdiar.

Untuk itu, masyarakat Kota Tangerang diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak membakar sampah sembarangan.

Warga juga perlu memastikan bara api benar-benar padam setelah melakukan aktivitas yang menggunakan api serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran

"Dengan tidak membakar sampah sembarangan, menjaga lingkungan dari tumpukan material mudah terbakar, dan melaporkan potensi kebakaran sejak dini, masyarakat dapat ikut membantu menjaga keamanan lingkungan di Kota Tangerang,” tutup Mahdiar.