TangerangNews.com

Gibran Terima Jemaat GKPI Rajeg di Istana, Bahas Soal Perizinan Tempat Ibadah 

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 1 Oktober 2026 | 14:32 | Dibaca : 77


Wapres RI Gibran Rakabuming Raka menerima perwakilan GKPI Rajeg di Istana Wapres, Jakarta. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima perwakilan jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Rajeg di Istana Wakil Presiden, Jakarta. 

Gibran meminta jemaat tetap tenang dan menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat. Ia juga memastikan penyelesaian persoalan tersebut akan mengutamakan kerukunan antarumat beragama.

"Saya berpesan agar jemaat tetap tenang dan menjaga suasana yang rukun juga kondusif," ujar Gibran melalui akun Instagram resminya, @gibran_rakabuming dilihat Kamis, 1 Oktober 2026.

Selain persoalan kerukunan, Gibran menyampaikan bahwa proses perizinan tempat ibadah akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. 

Komunikasi dengan masyarakat sekitar juga dinilai penting agar kegiatan ibadah dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

"Kami pastikan penyelesaian persoalan ini akan terus mengedepankan kerukunan, pengurusan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku, serta komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar, untuk memastikan seluruh masyarakat dapat melaksanakan ibadah secara aman dan nyaman," katanya.

Pendeta GKPI Rajeg Hadi Sucipto Pakpahan mengapresiasi perhatian Gibran terhadap kondisi jemaat. 

Ia mengatakan, pihaknya mendapat arahan untuk tetap beribadah dengan nyaman sekaligus menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar. 

"Kami tetap diarahkan supaya boleh tetap beribadah dengan nyaman. Saya sangat bersyukur kalau Pak Wapres memiliki perhatian yang penuh, artinya Pak Wapres juga peduli dengan apa yang dialami oleh jemaat GKPI Rajeg," katanya dikutip dari Detikcom.

Hadi menambahkan, jemaat juga diarahkan untuk tetap mengedepankan kerukunan serta mengurus perizinan apabila nantinya menjalankan ibadah di tempat baru.

"Dalam hal perizinan ketika kami nanti beribadah di tempat yang baru, bisa diurus perizinan sesuai dengan peraturan yang berlaku, pendekatan terhadap masyarakat sekitar, supaya kita menjaga silaturahmi ke depannya," tuturnya.