TangerangNews.com

Pemprov Banten Dorong Elektrifikasi KRL Rangkasbitung–Merak, Investasi Capai Rp1,29 Triliun

Rangga Agung Zuliansyah | Sabtu, 3 Oktober 2026 | 23:06 | Dibaca : 58


Gubernur Banten Andra Soni dalam FGD Studi Kelayakan Elektrifikasi Jalur KA Rangkasbitung–Merak di Kota Serang, Jumat 2 Oktober 2026. (TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mematangkan rencana percepatan elektrifikasi dan pembangunan jalur ganda (double track) kereta api relasi Rangkasbitung–Merak.

Langkah strategis ini dilakukan guna memperkuat konektivitas transportasi publik sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah Banten Barat.

Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan inisiatif ini didasari oleh kebutuhan mendesak masyarakat akan moda transportasi massal yang lebih cepat, efisien, dan mampu menampung lonjakan penumpang.

"Ini merupakan upaya untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat terkait kebutuhan transportasi publik, termasuk jalur ganda dan elektrifikasi lanjutan dari Rangkasbitung sampai Merak," kata Andra Soni dalam Focus Group Discussion (FGD) Studi Kelayakan Elektrifikasi Jalur KA Rangkasbitung–Merak di Kota Serang, Jumat 2 Oktober 2026.

Meski program ini sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, proyek tersebut belum masuk ke dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Perhubungan.

Oleh karena itu, Pemprov Banten mengambil langkah proaktif dengan menyusun feasibility study (FS) atau studi kelayakan sebagai landasan utama pengajuan ke pemerintah pusat.

Kebutuhan pembenahan jalur ini terbilang mendesak. Berdasarkan data, jumlah penumpang KRL lintas Tanah Abang–Rangkasbitung pada 2025 telah menyentuh 77,5 juta orang dan diproyeksikan melonjak hingga 85 juta orang pada 2026.

Bahkan, tingkat keterisian (okupansi) gerbong pada jam sibuk saat ini sudah menembus angka 161 persen.

Proyek elektrifikasi Rangkasbitung–Merak diperkirakan menelan nilai investasi sekitar Rp1,29 triliun. Melalui pengembangan ini, kapasitas layanan harian diproyeksikan melonjak drastis dari 9.900 menjadi 18.000 penumpang per hari.

"Pembangunannya direncanakan bertahap, dimulai dari lintas Rangkasbitung–Serang, lalu berlanjut ke Cilegon hingga berakhir di Pelabuhan Merak," katanya.

Rencana besar ini mendapat dukungan dadri Wali Kota Serang Budi Rustandi. Ia mengapresiasi kejelasan langkah Pemprov Banten dan berharap Kementerian Perhubungan dapat merealisasikannya pada 2027.

Selain itu, Budi mengungkapkan adanya rencana reaktivasi Stasiun Cipocok Jaya untuk mendukung kelancaran jalur KRL tersebut.

"Alhamdulillah, Gubernur merespons cepat inisiatif ini agar Kota Serang bisa mendapatkan layanan kereta elektrifikasi. Stasiun Cipocok Jaya juga akan dihidupkan kembali karena jalurnya nanti melewati area sana," ujar Budi.