TangerangNews.com

Pemadaman Kebakaran Pabrik Plastik di Cikupa Tangerang Turai Aksi Protes dari Warga

Muhamad Yusri Hidayat | Selasa, 6 Oktober 2026 | 17:37 | Dibaca : 164


Warga sekitar PT Respati Kemasindah di Jalan Raya Otonom Cikupa, Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, meminta petugas damkar cegah kebakaran merambat ke pemukiman. (TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


‎TANGERANGNEWS.com-Pemadaman kebakaran pabrik kemasan plastik milik PT Respati Kemasindah di Jalan Raya Otonom Cikupa, Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Selasa 6 Oktober 2026, menuai aksi protes dari warga.

‎Aksi protes tersebut diakibatkan warga yang kesal proses pemadaman api terpusat di satu titik. Warga menganggap petugas mengabaikan potensi perambatan api ke permukiman. 

Berdasarkan pantauan Tangerangnews di lokasi, ketegangan tersebut dipicu oleh ketegangan warga yang melihat api hampir merambat ke permukiman.

Sejumlah warga langsung mendatangi pabrik dan mendesak petugas pemadam kebakaran (damkar) melakukan upaya pencegahan  api membakar pemukiman mereka.

‎"Warga dulu bapak, sampeyan di atas rumah saya aja, mobil juga ke sono (ke permukiman warga). Itu apinya udah dekat banget, ayok bapak cek," seru salah seorang warga kepada sejumlah petugas damkar yang berada di dalam pabrik.‎

‎Ketegangan tersebut berhasil diredam usai petugas mengiyakan permintaan sejumlah warga tersebut. 

‎Salah seorang warga yang turut terlibat aksi protes tersebut, Fendi menerangkan, aksi tersebut murni bertujuan demi menjaga keselamatan masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan pabrik.

‎"Lingkungan didahulukan dulu, jangan dulu pabrik. Pabrik enak dapat asuransi. Warga kalau kebakar gimana, Enggak ada yang mau ngurusin," kata Fendi di lokasi.

‎Kini, petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan ke beberapa titik. Sebagian berfokus menjinakkan api dari kawasan permukiman, sedangkan yang lain menyisir bagian dalam pabrik. 

‎"Takutnya kan kalau rumah yang di sebelah sana kebakar satu, udah habis semua merembet ke warga," jelasnya. 

‎Kendati demikian, Fendi menyebut hingga saat ini belum ada rumah warga yang terdampak oleh perambatan api dari kebakaran pabrik kemasan plastik tersebut.

‎Sementara sejumlah warga telah melakukan evakuasi untuk mengantisipasi dampak yang lebih serius yang dirasakan oleh warga akibat kebakaran tersebut.

‎Komandan Pos Damkar Pasar Kemis BPBD Kabupaten Tangerang Syamsul menyebut, pihaknya mengerahkan sebanyak 9 unit mobil pemadam kebakaran serta dibantu 2 unit armada dari swasta untuk menangani kebakaran tersebut.

"Total ada 11 unit semuanya yang dikerahkan ke lokasi," kata Syamsul.

‎Syamsul mengungkapkan, sulitnya akses air, serta kencangnya embusan angin membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit. 

‎"Juga sumber apa bahan yang mudah terbakar menjadi kendala," ungkapnya. 

‎Selain itu, Syamsul menambahkan, petugas damkar BPBD Kabupaten Tangerang telah menggunakan teknik blanketing menggunakan busa (foam) teepol untuk memadamkan api. 

‎"Teknik sendiri kita akan melakukan pemakaian Teepol. Ya jadi ada busanya sejenis busa," tambahnya.

‎Hingga saat ini, penyebab dari kebakaran pabrik plastik tersebut belum dapat dipastikan. Sejuah ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran.