TangerangNews.com

Musim Hujan Mundur Sampai Desember, Pemprov Banten Siapkan Opsi Modifikasi Cuaca

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 7 Oktober 2026 | 18:54 | Dibaca : 78


Plt. Kepala BBMKG Wilayah II Ana Oktavia Setiowati menjelaskan prakiraan mundurnya awal musim hujan akibat fenomena El Nino. (TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memperkuat sinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna mengantisipasi mundurnya awal musim hujan akibat fenomena El Nino.

Perpanjangan periode kemarau ini berpotensi memicu kekeringan, krisis air bersih, gangguan sektor pertanian, hingga risiko bencana tanah longsor.

Kepastian mundurnya musim hujan tersebut disampaikan usai Gubernur Banten Andra Soni menerima paparan analisis iklim dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II di Gedung Negara Provinsi Banten, Serang, Rabu 7 Oktober 2026.

Plt. Kepala BBMKG Wilayah II Ana Oktavia Setiowati menjelaskan awal musim hujan di Banten diprakirakan mundur hingga tiga dasarian atau sekitar satu bulan dari kondisi normal.

"Wilayah Banten bagian selatan seperti Kabupaten Lebak dan Pandeglang diprakirakan mulai memasuki musim hujan pada November. Sementara wilayah Banten bagian utara diprediksi baru mengalami musim hujan pada Desember," terangnya.

Selain ancaman kekeringan dan krisis air bersih, Ana mengingatkan bahaya kondisi tanah kering dan merekah saat memasuki transisi hujan.

Hujan berintensitas tinggi pascakemarau panjang rawan memicu bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor di titik-titik rawan.

 

Siapkan Hujan Buatan 

Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa Pemprov Banten langsung menyusun strategi mitigasi bersama kabupaten/kota.

Langkah ini mencakup pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak hingga opsi penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan.

"Kalau diperlukan rekayasa cuaca, pemerintah daerah dan BMKG siap bersinergi," tegas Andra Soni.

Opsi TMC disiagakan untuk membantu pengisian debit waduk vital, salah satunya Bendungan Karian, apabila kondisi atmosfer memenuhi syarat.

Andra Soni menggarisbawahi bahwa Pemprov Banten ingin menggeser pola penanganan dari yang semula sekadar responsif pascabencana menjadi tindakan antisipatif sejak dini berbasis data BMKG.

“Perlu diantisipasi mundurnya musim hujan dan dampak kekeringan ini sejak dini. Prinsipnya, kita ingin langkah antisipasi yang terencana dengan baik,” pungkasnya.