TangerangNews.com

Amankan 18 CCTV dan Tabung Gas 50 Kg, Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan Ledakan di Pasar Cimanggis

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:13 | Dibaca : 93


Petugas Puslabfor Bareskrim Polri menemukan tabung gas diduga sumber ledakan hebat di Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangsel. (TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri terus bergerak cepat mengusut tuntas insiden ledakan maut di Komplek Ruko Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Dalam olah TKP lanjutan pada Kamis 15 Oktober 2026, polisi mengamankan sekitar 18 kamera pengawas (CCTV) dari lokasi kejadian.

Pemeriksaan rekaman CCTV ini dilakukan untuk membantu penyidik mengungkap secara pasti kronologi ledakan yang terjadi pada Rabu 14 Oktober 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

"Kamera pengawas yang diamankan berasal dari beberapa sudut, termasuk yang berada di dalam bangunan terdampak ledakan. Kurang lebih ada 18," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Imron Ermawan.

 

Dalami Indikasi Kesengajaan

Selain menelusuri sumber ledakan, rekaman dari berbagai sudut tersebut nantinya akan dibuka secara transparan guna mendalami apakah dalam insiden maut ini terdapat unsur kesengajaan di dalamnya.

"Akan kita buka untuk mengetahui isi dari tempat terjadinya ledakan itu. Apakah sesuatu hal yang disengaja atau tidak disengaja," tegas Imron.

Kendati demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan belum menarik kesimpulan akhir mengenai penyebab pasti ledakan.

 

Temuan Tabung Etilen 50 Kg

Sementara itu, Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri AKBP Jakaria Sembiring mengungkapkan bahwa timnya menemukan sejumlah komponen krusial di titik pusat ledakan.

Barang bukti tersebut meliputi tabung gas etilen berkapasitas 50 kilogram, potongan selang penyalur gas, hingga sebuah dinamo.

"Kami menemukan ada sebuah tabung, tabung gas isi 50 kilo. Itu tabung gas etilen," katanya.

Tim forensik saat ini masih memeriksa instalasi listrik serta kondisi dinamo guna meneliti potensi adanya kerusakan yang memicu percikan api.

"Berdasarkan hasil temuan di lapangan, pusat ledakan dipastikan berada di dalam ruangan khusus yang digunakan untuk proses pematangan buah pisang (refine)," ujar Jakaria.

Diketahui, akibat insiden  ini, kepolisian mencatat total 13 orang menjadi korban terdampak. Sebanyak dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 11 korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di tiga rumah sakit berbeda, yakni RSUD Tangerang Selatan, Rumah Sakit Sari Asih, dan Rumah Sakit Fatmawati.