TangerangNews.com

Polisi Tunggu Puslabfor Ungkap Penyebab Pasti Ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:07 | Dibaca : 90


Petugas Puslabfor Bareskrim Polri menemukan tabung gas diduga sumber ledakan hebat di Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangsel. (TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Polda Metro Jaya masih menunggu hasil hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri untuk mengungkap sumber ledakan yang terjadi di Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Rabu 14 Oktober 2026.

Pemeriksaan tersebut diperlukan guna memastikan apakah insiden dipicu gas LPG, gas etilen, atau faktor lainnya.

"Saat ini kita masih menunggu hasil laboratorium forensik tentang gas. Apakah itu gas LPG ataupun gas etilen yang menyebabkan terjadinya ledakan ataupun kebakaran," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dikutip Rabu 21 Oktober 2026.

Sementara ini, pihaknya hanya memastikan ledakan yang menewaskan dua orang dan melukai 11 orang tersebut bukan disebabkan oleh bom maupun bahan peledak lainnya.

Kepastian itu disampaikan setelah tim Penjinak Bom (Jihandak) Satbrimob Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

"Terkait tentang ledakan, kita yakini bahwa hasil dari tim Jihandak Satbrimob Polda Metro Jaya menyatakan tidak ada bom, bukan bom dan bukan bahan peledak," ujar Budi Hermanto.

Di tengah proses penyelidikan, kepolisian juga memprioritaskan penanganan para korban yang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Sementara itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya terus mendalami penyebab ledakan, termasuk kemungkinan adanya unsur kesengajaan maupun kelalaian.

"Ini masih dilakukan penyelidikan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya apakah ada unsur kesengajaan ataupun kelalaian. Ini pasti akan kami sampaikan kembali," ucapnya.

Berdasarkan data sementara, insiden ledakan di Pasar Cimanggis mengakibatkan 13 orang menjadi korban. Sebanyak 11 orang mengalami luka-luka, sedangkan dua lainnya meninggal dunia.

Dari 11 korban luka, lima orang menjalani perawatan di RS Sari Asih, lima orang di RSUD Tangerang Selatan, dan tiga orang lainnya di RS Fatmawati. Empat korban dilaporkan mengalami luka berat, sementara tujuh lainnya mengalami luka ringan.

Polda Metro Jaya menyatakan penyelidikan masih berlangsung. Hasil pemeriksaan laboratorium forensik diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti ledakan sekaligus menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.