TANGERANGNEWS.com-Ledakan hebat di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Rabu, 14 Oktober 2026, tidak hanya menyebabkan korban jiwa dan merusak bangunan, tapi juga berdampak pada nasib para pedagang lantaran tidak bisa berjualan.
Pemkto Tangsel menyadari bahwa ruko-ruko di kawasan Pasar Cimanggis bukan hanya sekadar bangunan fisik, melainkan pusat penghidupan dan denyut nadi perekonomian bagi para pedagang setempat.
Merespon hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel TB Asep Nurdin Asep Nurdin memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam dan membiarkan para pedagang berjuang sendiri.
Melalui koordinasi lintas sektoral, Pemkot Tangsel telah menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk aktif mendampingi para pelaku usaha mencari solusi tempat berniaga yang baru.
"Kami sangat memahami bahwa ruko-ruko tersebut adalah sumber mata pencaharian utama bagi para pedagang dan keluarga mereka. Oleh karena itu, melalui koordinasi erat dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kami berkomitmen untuk mendampingi proses transisi ini secara intensif," terangnya, Rabu 21 Oktober 2026.
Pemkot Tangsel saat ini tengah membuka ruang dialog terbuka dengan para pemilik ruko dan asosiasi pedagang untuk merumuskan skema relokasi yang paling ideal, aman, dan representatif.
"Kami akan berdiskusi langsung dengan para pemilik ruko dan pedagang untuk mencari solusi terbaik, termasuk memfasilitasi pencarian tempat sewa baru yang aman, representatif, dan strategis agar roda perekonomian mereka bisa segera berputar kembali tanpa hambatan berarti," tambah Asep.
Sementara itu, terkait kondisi bangunan, berdasarkan hasil asesmen mendalam yang dilakukan oleh tim penilik bangunan gedung dari Dinas Cipta Karya Kota Tangsel, ledakan besar tersebut telah menimbulkan kerusakan struktural yang sangat parah.
Asep merinci bentuk kerusakan yang ditemukan di lapangan, mulai dari fenomena buckling (tekukan/pelengkungan) hingga cracking (retakan masif) pada struktur utama bangunan, khususnya pada bagian kolom dan balok induk.
"Ini adalah struktur vital penopang bangunan. Jika tetap dipertahankan atau dipaksakan beroperasi, risikonya sangat fatal dan berpotensi memicu kegagalan struktur total yang mengancam nyawa," jelasnya.
Dia juga menegaskan bahwa keputusan untuk melakukan pembongkaran (demolition) pada bangunan ruko yang terdampak merupakan langkah preventif mutlak yang harus diambil demi menghindari jatuhnya korban jiwa di kemudian hari.
"Keputusan untuk melakukan pembongkaran atau demolish memang berat secara emosional dan ekonomi, namun ini adalah langkah mutlak demi keselamatan bersama. Kami tidak ingin ada korban susulan. Keselamatan manusia adalah hukum tertinggi yang harus dipegang teguh oleh pemerintah daerah," ungkapnya.