TangerangNews.com

Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:22 | Dibaca : 109


Irsan, pelari asal Sulawesi, berhasil menjadi finisher pertama dalam ajang Jawara Run 2026 yang diselenggarakan oleh PLN UID Banten. Momen penuh kebanggaan ini menjadi puncak perjuangannya setelah menempuh perjalanan jauh. (@TangerangNews / Redaksi)


TANGERANGNEWS.com– Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten. 

Di ajang yang sama, Syahdan, remaja berusia 15 tahun asal Cilegon yang hidup dengan cerebral palsy, turut ambil bagian dalam kegiatan lari sebagai bagian dari aktivitas terapi yang dijalaninya.

Keduanya memiliki tujuan berbeda saat mengikuti ajang tersebut. Irsan datang dengan pengalaman mengikuti berbagai kompetisi lari dan keinginan merasakan atmosfer Jawara Run. 

Sementara Syahdan mengikuti kegiatan bersama keluarganya untuk terus aktif bergerak sekaligus menikmati suasana olahraga bersama masyarakat.

Bagi Irsan, perjalanan dari Sulawesi menuju Banten terbayar dengan pencapaian di lintasan. 

Pelari tersebut berhasil mencapai garis finis pertama dan memenuhi target yang telah ditetapkannya sebelum mengikuti kompetisi.

"Saya memang sudah sering mengikuti event lari, tetapi Jawara Run ini punya daya tarik tersendiri. Saya datang jauh-jauh dari Sulawesi karena ingin merasakan langsung atmosfer kompetisinya," ungkap Irsan.

Di sisi lain, Syahdan hadir dengan pengalaman dan tujuan yang berbeda. Remaja asal Kota Cilegon tersebut telah beberapa kali mengikuti kegiatan lari. 

Kali ini, ia kembali berpartisipasi dengan didampingi kedua orang tua dan adiknya.

Ibunda Syahdan, Barkiah, menjelaskan bahwa olahraga, termasuk lari, menjadi bagian dari terapi yang dijalani anaknya. 

Karena itu, keikutsertaan Syahdan dalam Jawara Run memiliki arti tersendiri bagi keluarga, terutama untuk mendukungnya tetap aktif dan menikmati kegiatan di ruang publik.

"Buat kami, yang terpenting bukan seberapa cepat Syahdan sampai di garis finish, tetapi bagaimana dia terus semangat untuk bergerak dan mencoba. Lari ini juga menjadi bagian dari terapinya," tutur Barkiah.

Kisah kedua peserta tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan PLN Mobile Jawara Run 2026 yang digelar PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten. 

General Manager PLN UID Banten Tonny Bellamy mengapresiasi partisipasi para pelari yang datang dari berbagai daerah dan mengikuti kegiatan dengan motivasi masing-masing.

"Kami ingin Jawara Run menjadi lebih dari sekadar ajang kompetisi olahraga. Kisah Irsan yang datang jauh dari Sulawesi hingga berhasil meraih prestasi, serta semangat Syahdan yang terus aktif berolahraga dengan dukungan keluarganya, menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki perjuangannya masing-masing," ujar Tonny.

Selain menjadi wadah bagi komunitas olahraga, PLN Mobile Jawara Run 2026 juga dimanfaatkan PLN UID Banten untuk memperkenalkan aplikasi PLN Mobile. 

Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat mengakses berbagai layanan kelistrikan, termasuk pembelian token, pembayaran tagihan, dan penyampaian pengaduan.