TangerangNews.com

4 Kecamatan di Pantura Tangerang Berpotensi Dilanda Banjir Rob Akibat Fenomena New Moon

Muhamad Yusri Hidayat | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:36 | Dibaca : 199


Banjir rob yang diakibatkan pasang air laut di Kecamatan Kosambi dan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / BPBD Kabupaten Tangerang)


‎TANGERANGNEWS.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mengimbau agar warga di wilayah pesisir utara (pantura) untuk mewaspadai bencana banjir yang diakibatkan fenomena rob atau air pasang.

‎Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan ‎peringatan tersebut dikeluarkan setelah adanya prakiraan dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akibat fenomena new moon. 

"Wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob yaitu yang berbatasan dengan berbatasan dengan garis pantai meliputi Kecamatan Kosambi, Teluknaga, Mauk, serta Kronjo," katanya, Rabu 28 Oktober 2026.

‎Hal ini diperkuat dengan adanya data sistem pemantauan banjir rob DKI Jakarta, yang memprakirakan sejumlah kawasan pesisir diprediksi mengalami peningkatan ketinggian air laut hingga berpotensi memicu banjir rob pada tanggal 25 hingga 31 Oktober 2026.

‎Oleh karena itu, Taufik meminta agar masyarakat meningkatkan mitigasi dan kewaspadaan guna menghadapi ancaman bencana alam di kawasan pesisir utara Kabupaten Tangerang.

‎"Jadi terkait dengan bencana banjir rob, ini sudah dibilang terjadi setiap tahun, artinya sering terjadi berulang-ulang. Hanya memang kesiapan kami di BPBD, dalam hal ini Pemda Kabupaten Tangerang, sudah siap menghadapi rob," jelasnya.

‎Taufik menyebut, langkah mitigasi dilakukan melalui penyelarasan kapasitas personel serta ketersediaan logistik terhadap variasi karakteristik banjir, khususnya pola pasang surut harian di wilayah tersebut.

BPBD Kabupaten Tangerang memastikan kesiapan SDM dan logistik mereka tetap optimal untuk melayani warga terdampak, sekalipun fasilitas di lapangan masih memiliki keterbatasan.

‎Taufik menambahkan, pihaknya masih terus berkoordinasi dan memantau prakiraan BMKG guna memprediksi waktu terjadinya bencana ini. 

‎"Kami tetap mengacu kepada BMKG. Namun kita ketahui bersama bahwa Tangerang itu juga berbatasan dengan DKI Jakarta. Bisa juga sama dan bisa juga berbeda, tergantung posisi daratnya, khususnya daerah pesisir Teluknaga, Mauk, dan sekitarnya," tambahnya.