TangerangNews.com

Ada 666 Kasus Kebakaran di Kabupaten Tangerang, Kerugian Ditaksir Melebihi Rp100 Miliar

Muhamad Yusri Hidayat | Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:43 | Dibaca : 82


Petugas Damkar BPBD Kabupaten Tangerang berupaya memadamkan kebakaran gudang di Kosambi, Minggu 9 Agustus 2026. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


‎TANGERANGNEWS.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya terdapat 666 kasus kebakaran di wilayahnya selama periode Juli hingga Oktober 2026. 

‎Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan peristiwa kebakaran di wilayahnya didominasi kebakaran lahan dan sampah yang mencapai 508 kasus. Sementara sisanya, merupakan kebakaran industri dan permukiman. ‎

‎"Kebakaran industri dan lain-lain itu mencapai 158 kasus," ujar Taufik, Jumat 30 Oktober 2026.

‎Taufik menyebut, cuaca panas yang ekstrem memicu terjadinya kebakaran lahan ilalang atau sampah di Kabupaten Tangerang. 

‎"Untuk kebakaran industri dan permukiman penyebab umumnya yaitu korsleting listrik," sebutnya. 

‎Ia menambahkan, wilayah dengan kasus kebakaran terbanyak di Kabupaten Tangerang meliputi Kecamatan Balaraja, Curug serta Rajeg dengan masing-masing 36 kasus. 

‎Adapun total kerugian materiil akibat 606 kasus kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan miliar.

Nilai kerugian itu merupakan akumulasi dari kerusakan bangunan, fasilitas usaha, hingga barang-barang milik warga dan perusahaan yang terdampak kebakaran.

‎"Kerugian total di atas Rp100 miliar," ungkap Taufik. 

‎Selain itu, Taufik turut menyoroti adanya kelalaian dalam menjalankan sistem mitigasi yang mengakibatkan tingginya angka kebakaran industri di Kabupaten Tangerang. 

‎Menurutnya, mayoritas perusahaan industri yang mengalami kebakaran di Kabupaten Tangerang belum mematuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

‎"Bukan hanya yang terbakar, perusahaan yang nggak terbakar yang  rata-rata tidak mematuhi mereka males mengurus mengurus proteksi kebakaran," jelasnya.