TangerangNews.com

Andra Soni Susuri Kali Angke, Temukan Dua Penyebab Utama Banjir Tangerang

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:42 | Dibaca : 196


Gubernur Banten Andra Soni bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi Kali Angke untuk melihat persoalan yang menyebabkan banjir di sekitar wilayah tersebut, Jumat 30 Oktober 2026. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- Gubernur Banten Andra Soni bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi Kali Angke menggunakan perahu karet, Jumat, 30 Oktober 2026. 

Peninjauan sepanjang sekitar 3,5 kilometer itu dilakukan untuk mengidentifikasi persoalan yang memicu banjir di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Perjalanan dimulai dari bantaran Kali Angke di Perumahan Ciledug Indah 2, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, hingga Bendung Polor di Kembangan, Jakarta Barat.

Dari hasil peninjauan, Dody menemukan dua persoalan utama yang memengaruhi aliran sungai, yakni pendangkalan dan penyempitan badan sungai. 

Menurutnya, kedua masalah tersebut perlu segera ditangani agar kapasitas Kali Angke dalam menampung dan mengalirkan air kembali optimal.

“Pendangkalan harus kita tangani melalui normalisasi atau pendalaman sungai. Penyempitannya juga harus dibereskan agar kapasitas sungai bisa kembali seperti semula,” kata Dody.

Andra Soni mengatakan, peninjauan bersama Menteri PU menjadi langkah untuk menyelaraskan penanganan banjir yang melibatkan sejumlah wilayah, mulai dari Tangerang Selatan, Kota Tangerang, hingga Jakarta.

Ia menyebut pekerjaan penanganan di bagian hulu Kali Angke telah menunjukkan progres. 

Namun, masih ada beberapa titik tanggul atau turap yang belum terpasang karena terkendala pembebasan lahan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan air melimpas ke permukiman warga.

“Penanganan ini harus dilakukan bersama. Ada pekerjaan yang menjadi kewenangan Kementerian PU, ada pula yang bisa dilakukan pemerintah kota dan provinsi. Prinsipnya, kita urai persoalannya satu per satu agar dampak banjir dan kerugian masyarakat bisa berkurang,” ujar Andra.

Untuk mendukung pekerjaan tersebut, Pemkot Tangerang telah menuntaskan pembebasan lahan sepanjang 600 meter. 

Pekerjaan fisiknya selanjutnya akan ditangani Kementerian PU. Sementara itu, Pemprov Banten telah mengerahkan alat berat untuk membantu normalisasi Kali Angke.

Bendung Polor juga menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian dalam peninjauan. Infrastruktur peninggalan era kolonial Belanda itu dahulu digunakan untuk irigasi persawahan. 

Namun, perubahan kawasan di sekitarnya menjadi permukiman padat membuat fungsi bendung tersebut perlu dikaji kembali.

Kementerian PU menilai struktur di bagian bawah bendung diduga menghambat aliran air. Rencana pembongkarannya akan dikoordinasikan dengan Pemkot Tangerang dan Pemkot Jakarta Barat. 

Pemerintah juga akan menyiapkan jembatan sementara agar aktivitas warga tetap berjalan selama pekerjaan berlangsung.

Persoalan banjir Kali Angke turut dirasakan Riani, 55, warga Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Ia mengungkapkan, kawasan tempat tinggal sekaligus warung kopinya kerap terendam banjir hingga dua meter setiap musim hujan.

“Kalau musim hujan, hampir setiap bulan pasti banjir. Orang susah lewat, kendaraan juga sulit masuk. Kalau sudah banjir, saya otomatis tidak bisa berjualan,” tuturnya.

Riani berharap pemerintah segera merealisasikan penanganan fisik Kali Angke agar warga tidak terus menghadapi banjir berulang.

Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah ke aliran air. 

Saat peninjauan, rombongan menemukan tumpukan limbah rumah tangga, termasuk kasur dan bekas lemari, yang menyumbat aliran sungai.

“Jangan sampai sungai yang seharusnya menjadi sahabat kita, justru berubah menjadi sumber bencana hanya karena tidak dirawat dan dijaga bersama,” pungkasnya.