TangerangNews.com

Pemkab Tangerang Bakal Urus Kepulangan Warga Sepatan yang Disiksa Majikannya di Malaysia

Muhamad Yusri Hidayat | Selasa, 3 November 2026 | 22:40 | Dibaca : 171


Kantor Disnaker Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


‎TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berencana mengurus kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Jatimulya, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, bernama Siti Rohaya yang diduga menjadi korban penyiksaan oleh majikannya di Malaysia.

‎Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang Rudi Lesmana mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) untuk mengurus kepulangan warganya.

‎"Tentunya kami akan membantu proses pemulangan yang bersangkutan, Pemkab Tangerang akan bersurat kepada Deplu. Selain itu, sebaiknya pihak keluarga juga membuat laporan kepada kami," ujarnya, Selasa 3 November 2026.

‎Selain itu, Rudi menambahkan, pihaknya juga akan melakukan investigasi terkait status keberangkatan Siti Rohaya sebagai pekerja migran.

‎Investigasi ini juga bertujuan untuk menelusuri proses perekrutan hingga pemberangkatan, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam keberangkatan Siti Rohaya.

‎"Kita juga akan mencari tahu, terkait proses jalur pemberangkatan PMI itu, apakah jalur legal atau ilegal. Kita akan mencari tau, penyalur PMI yang bernama Siti Rohaya tersebut, jika jalurnya ilegal tentu akan kita laporkan," ungkapnya. 

Pihak keluarga Siti Rohaya pertama kali mengetahui peristiwa tersebut dari petugas kepolisian yang datang ke rumah.

‎"Mereka ngasih tahu kalau anak saya dirawat di Malaysia," ujar Kartim, ‎ayah korban, saat diwawancarai Tangerangnews, Senin 2 November 2026.

‎Saat ini, Kartim menyebut, kasus yang menimpa sang putri telah ditangani oleh Kepolisian Malaysia. Meski begitu, Kartim tetap meminta agar Siti Rohaya dapat segera dipulangkan ke Indonesia dan kembali kepada Keluarga.

‎"Luka kalau sekujur badan. Katanya terbakar sama Air keras atau apa saya gatau. Katanya terduga pelaku sudah ketangkep, ada enam orang. Sekarang nih anak saya kan mau dibawa ke pengadilan," jelas Kartim.