TangerangNews.com

Realisasi Investasi Kabupaten Tangerang Tembus Rp40 Triliun, Didominasi Industri Makanan

Muhamad Yusri Hidayat | Rabu, 4 November 2026 | 19:50 | Dibaca : 236


Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau produk UMKM ibu-ibu di Kabupaten Tangerang. (TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


‎TANGERANGNEWS.com-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat realisasi investasi di Kabupaten Tangerang, mencapai Rp40,15 triliun selama periode Januari hingga September 2026. Jumlah ini setara 43,22% dari keseluruhan realisasi investasi di Provinsi Banten.

‎Kepala DPMPTSP Kabupaten Tangerang Hendar Herawan mengatakan keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Tangerang berhasil membangun daya tarik investasi yang tinggi, didukung oleh iklim usaha yang kondusif dan sistem perizinan yang andal bagi investor dalam dan luar negeri.

‎"Kabupaten Tangerang jadi tertinggi se-Provinsi Banten dengan total mencapai Rp40,15 triliun atau mendominasi 43,22% dari total keseluruhan investasi," ujarnya, dikutip Rabu 4 November 2026.

‎Hendar menyebut, dalam triwulan III 2026 atau periode Juli-September, realisasi investasi tercatat sebesar Rp11,10 triliun dari 12.816 proyek. 

‎Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi realisasi investasi dengan kontribusi mencapai Rp8,18 triliun atau setara 74% dari keseluruhan total.

Capaian dari sumber penanam modal lokal ini ditopang oleh pengerjaan sebanyak 7.344 proyek.

‎Di sisi lain, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp2,91 triliun atau mencakup 26% dari total investasi. Aliran modal dari investor internasional ini tersalurkan melalui pengerjaan 5.472 proyek.

‎Dari sektor usaha, industri makanan menempati posisi teratas dengan menyumbang Rp2,99 triliun atau sekitar 26,95% dari total investasi. Nilai tersebut tersebar di 540 proyek, termasuk di antaranya yang didanai oleh investor asing asal Tiongkok.

‎Sebanyak 487 proyek dari sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran berhasil menyerap investasi sebesar Rp1,44 triliun. Angka ini berkontribusi sebesar 13,03% terhadap total capaian investasi.

‎Di posisi lain, sektor jasa lainnya menyumbangkan dana sebesar Rp1,91 triliun atau sekitar 10,73% yang tersebar di 1.109 proyek.

Selanjutnya, kelompok industri mesin, elektronik, peralatan medis, instrumen listrik, presisi, optik, dan jam juga mencatat realisasi investasi yang cukup signifikan, yakni sebesar Rp1,04 triliun atau 9,39% dari total 663 proyek.

‎Kontribusi lain juga datang dari industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, beserta peralatannya yang menyumbang dana sebesar Rp500 miliar atau sekitar 4,51%. Nilai investasi tersebut tersebar ke dalam 505 proyek.

‎Menurut Hendar, realisasi modal yang masuk turut membawa angin segar bagi penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Tangerang.

Sepanjang kuartal ketiga tahun 2026, tercatat ada puluhan ribu pekerja domestik yang berhasil terserap melalui berbagai proyek investasi tersebut.

‎"Gelombang investasi ini juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal. Tercatat ada tambahan 22.353 orang Tenaga Kerja Indonesia yang terserap pada triwulan ini," jelasnya.