TangerangNews.com

PLN Gabungkan Dua Anak Usaha Jadi PLN Services, Pastikan Tak Ada PHK

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 23 Oktober 2026 | 14:38 | Dibaca : 72


Penandatanganan akta penggabungan PT PLN Electricity Services (PLN ES) dan PT PLN Nusa Daya (PLN ND) menjadi PT PLN Services sebagai subholding kelima PT PLN (Persero), Jumat, 23 Oktober 2026. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com– PT PLN (Persero) menggabungkan dua anak usahanya, PT PLN Electricity Services (PLN ES) dan PT PLN Nusa Daya (PLN ND), menjadi satu entitas baru bernama PLN Services. 

Penggabungan yang resmi dilakukan pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, ini dipastikan tidak disertai pemutusan hubungan kerja (PHK).

Konsolidasi tersebut merupakan bagian dari penataan bisnis atau streamlining di lingkungan PLN Group. 

Dua perusahaan yang sama-sama bergerak di bidang operasi dan pemeliharaan (Operation & Maintenance/O&M) itu disatukan untuk mengoptimalkan kompetensi, sumber daya, serta jaringan layanan yang sebelumnya dikelola secara terpisah.

Senior Director Business Performance & Asset Optimization Danantara Asset Management (DAM) Bhimo Aryanto mengatakan, langkah tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2026 tentang Percepatan Program Penataan BUMN dan/atau Anak Usaha BUMN.

Menurutnya, penggabungan perusahaan bukan sekadar mengurangi jumlah entitas, tetapi harus menghasilkan nilai tambah dan memperkuat kinerja bisnis.

“Merger adalah instrumen untuk menciptakan value yang lebih besar. Keberhasilan transformasi tidak diukur dari berkurangnya jumlah entitas. Itu adalah cara, itu adalah metode dari kalkulasi yang hati-hati, yang diharapkan PLN bisa sustain,” ujar Bhimo.

Bhimo menjelaskan, penataan BUMN dan anak usahanya diarahkan untuk mencapai empat sasaran. 

Pertama, menyederhanakan struktur perusahaan dan menghilangkan duplikasi fungsi. Kedua, meningkatkan efisiensi melalui optimalisasi biaya, pemanfaatan sumber daya, serta standardisasi proses dan tata kelola.

Selanjutnya, konsolidasi diharapkan memperkuat daya saing melalui skala bisnis yang lebih besar dan standar profesional yang kompetitif. 

Sasaran lainnya adalah mengoptimalkan alokasi modal agar investasi difokuskan pada proyek bernilai tinggi dan tidak terjadi tumpang tindih belanja modal.

“Melalui streamlining yang tepat, disiplin alokasi modal, dan penciptaan nilai yang berkelanjutan, kita ingin membangun ekosistem BUMN yang lebih kuat, yang lebih solid, yang tidak hanya mengelola aset negara, tetapi mengoptimalkan aset tersebut untuk menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang untuk Indonesia,” terangnya.

Direktur Utama PLN Suroso Isnandar mengatakan, penyatuan PLN ES dan PLN ND akan memperkuat bisnis O&M sekaligus membangun organisasi yang lebih ramping dan efisien.

"Kita akan melakukan streamlining dengan harapan, dapat membangun organisasi yang lebih lean, lebih kokoh, dan juga efisien. Bisnis yang sejenis kita satukan, kompetensi yang ada kita perkuat, dan sumber daya yang kita optimalkan untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih besar," tegas Suroso.

Penggabungan tersebut juga menyatukan pengalaman operasional kedua perusahaan yang selama ini memiliki wilayah layanan berbeda. 

PLN Electricity Services telah melayani wilayah Sumatera, Jawa, dan Bali selama 15 tahun. 

Sementara PLN Nusa Daya memiliki pengalaman 23 tahun melayani kawasan Indonesia bagian timur, mulai dari Kalimantan hingga Papua.

“Kedua perusahaan ini, di mana Electricity Services telah melayani 15 tahun untuk Indonesia bagian barat, Sumatera, Jawa, Bali dan Nusadaya sudah 23 tahun melayani Indonesia bagian Timur, yaitu daerah Kalimantan hingga Papua, dan sistemnya sudah sungguh teruji. Masing-masing mempunyai keunggulan yang luar biasa,” imbuh Suroso.

Suroso memastikan seluruh pegawai dari kedua perusahaan akan dialihkan ke struktur baru tanpa pengurangan status maupun hak. Dengan demikian, proses penggabungan ini tidak akan menyebabkan PHK.

Dalam operasionalnya, PLN Services akan memiliki dua pilar bisnis utama. Pilar pertama, Generation Services, menangani operasi, pemeliharaan, perbaikan pembangkit, hingga penyediaan suku cadang. 

Pilar kedua, Business Enablement Services, menyediakan layanan pendukung seperti tenaga kerja, pengamanan, dan fasilitas operasional.

Selain memperkuat layanan bagi PLN Group, perusahaan baru tersebut juga akan mengembangkan pasar di sektor industri, pembangkit non-PLN, energi baru terbarukan, hingga pasar nasional dan regional.

Pengembangan layanan berbasis teknologi turut menjadi bagian dari strategi bisnis PLN Services, termasuk digitalisasi, pemeliharaan prediktif, dan manajemen aset.

“Tidak hanya sekadar menyatukan kompetensi dan layanan, penggabungan ini juga meningkatkan dan membuat suatu value creation, di mana konsolidasi ini akan menghasilkan nilai tambah yang sangat nyata di PLN Group,” tutupnya.