TangerangNews.com

PLN Gandeng 40 Mitra, Perluas Ekosistem Energi Hijau dari Rumah hingga Industri

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:40 | Dibaca : 31


Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy (keenam dari kiri) bersama perwakilan dari mitra pengembang SPKLU berfoto bersama setelah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Jakarta, 22 Oktober 2026. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) menggandeng lebih dari 40 entitas lintas sektor untuk mempercepat pengembangan ekosistem energi ramah lingkungan di Indonesia. 

Kerja sama yang ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) dalam Green Energy Partnership Summit 2026 di Jakarta pada 22 Oktober itu menyasar elektrifikasi hunian, pengisian daya kendaraan listrik, hingga pemanfaatan energi surya.

Kemitraan tersebut melibatkan pemerintah, asosiasi pengembang perumahan, produsen peralatan listrik, mitra Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta pelanggan strategis lainnya. 

Kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui optimalisasi sumber energi domestik.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengapresiasi langkah PLN yang melibatkan banyak mitra dalam mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan.

"Apa yang sudah di- create oleh tim PLN saya sangat mengapresiasi, karena sudah banyak sekali energi baru terbarukan yang sudah dimasukkan dalam perencanaan ke depan," ucap Eniya.

Ia juga menyinggung pentingnya penggunaan teknologi hemat energi di lingkungan rumah tangga. Salah satu yang didorong adalah kompor listrik untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

“Penggunaan kompor listrik ini akan sangat menguntungkan kita di rumah tangga. Kita masih bergantung pada LPG (Liquefied Petroleum Gas), sementara sekitar 80 persen LPG kita impor. Jadi, untuk sektor konsumsi nonsubsidi, kita ingin mengarahkannya ke penggunaan kompor listrik," kata Eniya.

Wakil Direktur Utama PLN, Yusuf Didi Setiarto, menyebut keterlibatan berbagai sektor menjadi kunci untuk memperluas penggunaan listrik ramah lingkungan. 

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi sekaligus menekan ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

“Asta Cita menempatkan swasembada energi sebagai salah satu fondasi kemandirian bangsa. PLN menerjemahkan arahan itu menjadi langkah konkret dengan mendorong rumah tangga beralih ke energi listrik, memperluas ekosistem kendaraan listrik, dan membuka akses energi hijau bagi industri,” ujar Didi.

Didi menegaskan, pengembangan ekosistem tersebut membutuhkan kontribusi seluruh mitra. Pengembang perumahan, produsen peralatan listrik, penyedia SPKLU, hingga pengembang PLTS memiliki peran masing-masing, sementara PLN memastikan seluruh layanan terhubung dengan jaringan kelistrikan yang andal.

Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy mengatakan, perusahaan kini tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik, tetapi juga mengembangkan layanan solusi energi yang terintegrasi untuk berbagai kebutuhan pelanggan.

“PLN sedang bertransformasi dari electricity provider menjadi energy solutions partner. Kami tidak hanya menjual kilowatt-jam, tetapi menghadirkan solusi energi yang terintegrasi, dari rumah, jalan raya, atap gedung, hingga kawasan industri,” ujar Rozy.

Dalam forum tersebut, PLN memperkenalkan empat solusi yang dikembangkan bersama mitra strategis. 

Pertama, Eco Grid Living, yakni konsep hunian full-electric dengan tiga pilihan paket. Eco Cooking menyediakan fasilitas penggunaan kompor listrik, Eco Charging mendukung kesiapan pemasangan Home Charging Services untuk kendaraan listrik, sedangkan Eco Living menggabungkan kedua fasilitas tersebut.

Kedua, My eStove, berupa paket penyambungan listrik baru atau penambahan daya yang disertai kompor listrik. Layanan ini dapat diajukan melalui aplikasi PLN Mobile mulai 27 Oktober 2026.

Ketiga, perluasan ekosistem kendaraan listrik melalui pembangunan infrastruktur pengisian daya yang terintegrasi dengan PLN Mobile. 

Hingga September 2026, PLN mencatat telah menyediakan 5.120 SPKLU dan 103.116 home charger.

Keempat, Solar as a Total Solution, layanan PLTS atap melalui platform PLN for Business. Pelanggan dapat memilih skema Solar as a Service tanpa investasi awal atau pembelian langsung sesuai kebutuhan dan kemampuan investasi.

Rozy menegaskan, kerja sama yang telah disepakati tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus segera diwujudkan menjadi layanan yang bisa dirasakan masyarakat dan pelaku industri.

”PLN akan terus membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya, karena kemandirian energi adalah kerja bersama seluruh anak bangsa. Semua ini kami hadirkan bersama mitra untuk solusi yang utuh bagi pelanggan,” pungkas Rozy.