TangerangNews.com

Kemarau Panjang Tekan Produksi PLTA, PLN Tambah Pasokan Listrik 50 MW di Sulawesi

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:29 | Dibaca : 43


Petugas PLN memasang instalasi transformator pada pembangkit tambahan di Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sebagai bagian dari kesiapan operasi untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik di Sulawesi. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) menambah kapasitas pasokan listrik sebesar 50 megawatt (MW) melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sidera di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan Sulawesi di tengah kemarau berkepanjangan yang berdampak pada produksi sejumlah pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Penambahan daya tersebut merupakan langkah antisipasi PLN bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Sigi terhadap penurunan debit air akibat kondisi cuaca. 

Berkurangnya ketersediaan air turut memengaruhi kemampuan produksi pembangkit listrik tenaga air.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyambut positif penambahan kapasitas pembangkit tersebut. 

Menurutnya, ketersediaan listrik menjadi kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi daerah.

“Listrik ini kebutuhan primer dan masyarakat sangat membutuhkan. Jadi kami kolaborasi dengan PLN untuk mempercepat tambahan pasokan listrik. Dan ini luar biasa, PLN bisa realisasikan tambahan pembangkit di Sulteng,” ucap Anwar dalam peresmian penguatan sistem kelistrikan Sulawesi di Sidera, Kabupaten Sigi, Sabtu 17 Oktober 2026.

Saidin Ali, warga Kabupaten Sigi, berharap keberadaan pembangkit tambahan tersebut membuat pasokan listrik semakin stabil sehingga kegiatan sehari-hari warga tidak terganggu.

“Kami bersyukur sekarang ada tambahan pembangkit di Sidera. Harapannya, listrik di Sigi, bisa semakin andal dan menyala terus, jadi masyarakat juga bisa beraktivitas dengan nyaman,” ungkapnya.

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, menjelaskan tambahan kapasitas 50 MW menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengantisipasi penurunan produksi pembangkit berbasis tenaga air selama musim kemarau.

“Tambahan daya 50 MW ini menjadi salah satu upaya konkret untuk memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi sehingga pasokan listrik kepada masyarakat dan sektor produktif dapat terus terjaga,” ujar Rizal.

Dari total kapasitas tambahan tersebut, 20 MW telah beroperasi, sedangkan 30 MW lainnya masih dalam tahap persiapan untuk segera dioperasikan. 

PLN berharap penambahan ini dapat menjaga keberlanjutan pasokan listrik di wilayah Sulawesi.

Rizal mengatakan, penguatan kapasitas juga harus dibarengi dengan kesiapan operasional pembangkit dan evaluasi sistem secara berkala.

Upaya tersebut diperlukan agar sistem kelistrikan tidak hanya mampu menghadapi kondisi saat ini, tetapi juga dapat mengimbangi peningkatan kebutuhan energi ke depan.

General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara, Sujana, menambahkan bahwa perusahaan terus mengoptimalkan kesiapan pembangkit melalui pengaturan operasi, pemeliharaan, serta koordinasi antarunit.

Langkah ini dilakukan agar kapasitas yang tersedia bisa dimanfaatkan secara maksimal, terutama ketika kontribusi pembangkit tenaga air mengalami penurunan.

“Sesuai arahan Direktur Manajemen Pembangkitan dan didukung oleh Bapak Gubernur Sulteng dan Bupati Sigi, kami bergerak bersama seluruh unit PLN untuk memastikan penguatan pasokan listrik di Sulawesi dapat dilaksanakan dengan baik,” tutup Sujana.