TangerangNews.com

PLN Sambungkan Akses Listrik 128 Desa di Papua, 199 Desa Lain Rampung 2027

Fahrul Dwi Putra | Minggu, 4 Oktober 2026 | 20:48 | Dibaca : 25


Petugas PLN ketika mengangkut material tiang listrik melewati medan yang menantang di Kabupaten Keerom demi mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan dan menghadirkan terang hingga ke pelosok Tanah Papua. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- Sebanyak 128 desa di Tanah Papua telah mendapatkan akses listrik melalui program Listrik Desa (Lisdes) yang dijalankan PT PLN (Persero) sepanjang 2026. 

Meski demikian, pekerjaan elektrifikasi masih berlanjut karena terdapat 199 desa lain di enam provinsi yang ditargetkan mendapat aliran listrik secara bertahap hingga 2027.

Ke-128 desa tersebut tersebar di Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya. 

Sementara program lanjutan akan menjangkau enam provinsi, termasuk Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Untuk mendukung pemerataan listrik, PLN telah membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 742,58 kilometer sirkuit (kms) dan jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 286,71 kms. 

PLN juga membangun gardu distribusi dengan total kapasitas 7.450 kilovolt ampere (kVA) selama 2026.

Anggota Komisi XII DPR RI Cheroline Chrisye Makalew mengapresiasi capaian tersebut. 

Menurutnya, akses listrik tidak hanya berkaitan dengan penerangan, tetapi juga menunjang pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah terpencil.

"Kami mengapresiasi capaian PLN yang sepanjang 2026 telah melistriki 128 desa di empat provinsi di Tanah Papua. Perluasan akses listrik ini penting karena tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga mendukung pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah terpencil," ujar Cheroline.

Dia juga mendorong PLN dan pemerintah daerah memperkuat koordinasi dalam menyelaraskan data serta perencanaan elektrifikasi. Dengan demikian, pembangunan dapat menjangkau desa dan dusun yang belum menikmati listrik sesuai kondisi di lapangan.

Cheroline turut meminta agar potensi energi lokal, seperti tenaga surya dan mikrohidro, dimanfaatkan sebagai alternatif penyediaan listrik, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, mengatakan pembangunan listrik di Papua membutuhkan pendekatan berbeda di setiap wilayah. 

Kondisi geografis, keterbatasan infrastruktur pendukung, serta jarak antarpemukiman menjadi sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program.

"Perluasan akses listrik di Papua tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang seragam. PLN menyesuaikan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dengan kondisi masing-masing wilayah, termasuk melalui pengembangan jaringan distribusi maupun pemanfaatan potensi energi setempat," ujar Suroso.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur menambahkan, pembangunan infrastruktur kelistrikan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

“Pencapaian elektrifikasi 128 desa hingga 2026 merupakan hasil dari pekerjaan pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dilakukan secara kolaboratif. Kami terus memastikan pembangunan jaringan distribusi dan fasilitas pendukung, mulai dari JTM, JTR, hingga gardu distribusi, dapat diselesaikan sesuai kebutuhan masing-masing desa," ungkap Roberth.

PLN menargetkan elektrifikasi 199 desa di enam provinsi di Tanah Papua dapat diselesaikan secara bertahap hingga 2027.